
Rembang – Pemerintah pusat menggelontorkan sangat banyak peralatan dan sarana prasarana, guna menunjang penanganan bencana alam di Kabupaten Rembang.
Nilainya total hampir Rp 3 Miliar. Yang terbaru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang mendapatkan bantuan mobil operasional senilai Rp 600 Jutaan.
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Rembang, Sri Jarwati saat apel kesiapsiagaan penanggulangan bencana di halaman Kantor Bupati, Jum’at pagi, (05 Desember 2025) mengatakan bantuan dari pusat, untuk memastikan selalu siap, apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.
Ia mencontohkan lampu penerangan darurat di tempat pengungsian yang diterima pada akhir tahun 2024, selama ini belum pernah digunakan. Namun secara rutin harus tetap dicoba, sehingga jangan sampai rusak, karena lama menganggur.
“Saat apel, lampu penerangan dan mobil kita datangkan. Intinya, kita selalu siap, meskipun tidak ada bencana, meskipun tidak ada pengungsi, yang namanya BPBD harus siap siaga dalam segala aspek. Baik sarana maupun SDM (sumber daya manusia) nya,” kata Sri Jarwati.
Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, Moch. Hanies Cholil Barro’ yang memimpin apel menyampaikan kesiapsiagaan ini diperlukan, sebagai bentuk antisipasi menghadapi bencana.
“Ya apel personil, ya sekaligus mengapelkan peralatannya. Barangkali sewaktu-waktu ada bencana, kita sudah siap,” terangnya.
Gus Hanies, demikian sapaan akrab Wakil Bupati menimpali penanganan bencana, tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi semua elemen.
“Seperti yang kita tahu, tidak ada wilayah manapun di Indonesia yang aman dari bencana. Kalau terjadi bencana, nggak hanya pemerintah saja, tapi aparat TNI/Polri, relawan, semua elemen masyarakat punya tanggung jawab,” imbuh Wakil Bupati.
Dalam apel itu, sejumlah peralatan dicoba langsung. Termasuk lampu darurat untuk lokasi pengungsian. Tampak para relawan dari berbagai komunitas ikut menyaksikan. (Musyafa Musa).

