Siapa Sosok Yang Menolong Bayi Dengan Kail ?? Kisah Bayi Dibuang Ke Laut, Diselamatkan Pemancing Ikan
Petugas medis RSUD dr. R. Soetrasno Rembang membersihkan bayi yang ditemukan pemancing ikan. Tampak bayi menangis, Sabtu malam (15/11).
Petugas medis RSUD dr. R. Soetrasno Rembang membersihkan bayi yang ditemukan pemancing ikan. Tampak bayi menangis, Sabtu malam (15/11).

Rembang – Peristiwa bayi laki-laki dibuang ke laut di pinggir pantai Desa Pandean Rembang, Sabtu malam (15/11), langsung menyedot perhatian masyarakat.

Bayi tak berdosa itu berhasil diselamatkan oleh pemancing ikan. Lalu sebenarnya siapa sosok penolong yang menyelamatkan bayi tersebut ?

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakiya Akbar melalui Kanit 4 Satreskrim, Ipda Joner Turnip, Minggu pagi (16 November 2025) menuturkan pemancing ikan yang menolong bayi kali pertama di TKP adalah Riyan Ade Saputra (26 tahun), warga Desa Bakaran Wetan Kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

“Ya betul, pemancing ikan yang menolong bayi atas nama Riyan Ade Saputra, dari Bakaran Juwana, tapi kebetulan sedang memancing ikan di Pantai Desa Pandean Rembang. Di situ juga ada saksi lain, Hilda Choirur Rahman (21 tahun), warga Kelurahan Magersari Rembang, ikut membantu evakuasi bayi,” ungkapnya.

Dari hasil pengumpulan informasi di sekitar TKP, awalnya pemancing ikan sempat mencurigai gerak gerik seorang wanita membawa bungkusan plastik, yang dilempar ke laut.

Pemancing ikan berinisiatif menarik bungkusan plastik itu dengan kail, kemudian dibawa ke daratan. Begitu dicek bersama sejumlah warga lain, ternyata isinya bayi. Posisi punggung bayi sempat terluka, karena terkena mata pancing.

Karena kondisinya kedinginan, bayi langsung dibungkus kain sarung dan dibawa ke RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

“Secara umum kondisi bayi sehat, menangis kuat. Ada luka di bagian punggung bawah, dugaan kami kena mata pancing (kail),” terang dr. Samsul Anwar, Direktur RSUD dr. R. Soetrasno Rembang.

Pihak Polres Rembang sampai Minggu pagi masih menyelidiki peristiwa itu, termasuk kemungkinan adanya kamera CCTV di sekitar lokasi dan jalan menuju pantai Desa Pandean, tempat pembuangan bayi.

Belum diketahui motif pembuangan bayi, apakah karena dugaan hasil hubungan gelap (bukan suami isteri sah) atau ada faktor lain.

“Saat ini anggota masih lidik mas. Mohon do’anya ya mas, semoga cepat terungkap,” ujar Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Alva Zakiya Akbar. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.