
Rembang – Belasan tukang becak, Rabu pagi (12 November 2025) mendatangi Gedung Balai Kartini Rembang, karena mengaku belum mendapatkan bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo Subianto.
Mereka datang ke lokasi tersebut, ketika bersamaan kegiatan penyerahan 100 unit becak listrik.
Muniron, seorang tukang becak dari Desa Padaran Rembang mengaku tidak didata untuk memperoleh bantuan.
“Nggak tahu siapa yang mendata, soalnya saya nggak didata,” ungkapnya.
Ia membenarkan usianya baru 53 tahun, sedangkan penerima bantuan tahap awal ini, syaratnya minimal berusia 55 tahun.
“Mungkin belum rezekinya, untuk sekarang belum dapat,” imbuh Muniron.
Muniron bersama rekan-rekannya kemudian bertemu dengan pihak Pemkab Rembang dan perwakilan penyalur bantuan, seraya meminta bisa didata.
“Harapan saya ya kalau ada bantuan lagi, kita dapat becak listrik gitu,” bebernya.
Menurutnya, keberadaan becak listrik akan sangat memudahkan aktivitas, karena tidak perlu mengonthel lagi.
Meski belakangan ini diakui jumlah penumpang semakin berkurang, akibat banyaknya moda transportasi pribadi.
“Ini tadi baru didaftar, kita berharap supaya bantuan nggak salah sasaran,” kata Muniron.
Meski ada tukang becak yang komplain, namun tidak sampai mengganggu kelancaran kegiatan tersebut.
Sementara itu, Bupati Rembang, Harno mengatakan bagi tukang becak yang belum menerima bantuan, akan diusulkan untuk memperoleh bantuan serupa pada tahun depan.
“Kita sebatas mengusulkan, tapi penentunya kan tergantung dari Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan dan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN). Yang jelas, tetap kita ajukan, mengingat jumlahnya lebih dari 100,” terang Bupati.
Pihak Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional yang melakukan penyaluran bantuan ke daerah-daerah, menyampaikan tahun 2025, penyaluran becak listrik secara pribadi dari Presiden Prabowo Subianto sebanyak 10 ribu unit. Ditargetkan tahun 2026 mencapai 30 ribu unit se-Indonesia. (Musyafa Musa).

