Mengembalikan Kejayaan Bumi Perkemahan Karangsari Park, Ada Strategi Menarik Dari Kwarcab Rembang
Salah satu bangunan di Bumi Perkemahan Karangsari Park. Kayu-kayu lantai, sebagian hilang dicuri orang tak dikenal.
Salah satu bangunan di Bumi Perkemahan Karangsari Park. Kayu-kayu lantai, sebagian hilang dicuri orang tak dikenal.

Sulang – Bumi Perkemahan Karangsari Park di sebelah utara Desa Sudo Kecamatan Sulang, sudah lama terbengkalai.

Banyak fasilitas maupun sarana pra sarana bumi perkemahan yang rusak, atau bahkan menjadi sasaran pencurian. Mulai lampu penerangan jalan, instalasi kabel, pagar besi maupun papan-papan kayu di dalam bangunan.

Bumi perkemahan seluas kurang lebih 14 hektar ini dibuka kali pertama sejak tahun 2003 silam, pada masa pemerintahan Bupati Rembang, Hendarsono. Namun seiring bergulirnya waktu, menjadi tidak terurus.

Pranghono, seorang warga Desa Sudo mengakui Bumi Perkemahan Karangsari Park dulu selalu menjadi pusat kegiatan kepramukaan.

“Dulu tempat ini pernah jaya dan ramai, saat ada kegiatan Pramuka.  Nggak hanya dari Kabupaten Rembang, tapi juga luar daerah,” ungkapnya.

Pranghono menambahkan sudah sangat jarang, siswa sekolah mengadakan perkemahan di lokasi tersebut. Suasana sepi itulah, yang diduga memicu orang tidak bertanggung jawab menggasak aset-aset bumi perkemahan.

“Di depan ada pagar-pagar besi, sekarang hilang semua. Kemudian di dekat tugu cikal, bangunan ruang pertemuan, ada sekat-sekatnya, juga hilang. Papan-papan kayu di bangunan selatan Joglo, tebal-tebal kayunya, sebagian digondol. Nggak tahu siapa yang nyuri, sangat eman-eman,” imbuh Pranghono yang kini ikut dilibatkan menjaga Bumi Perkemahan Karangsari Park.

Sementara itu, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Rembang, Gunasih mengatakan pihaknya pada tahap awal mengatasi pembersihkan semak belukar secara bertahap, pengadaan instalasi air dan pemasangan pathok tapal batas.

“Kita setelah pelantikan pengurus Kwarcab, mengadakan retreat di Bumi Perkemahan akhir bulan Agustus lalu, sehari semalam di sana, merenungkan bagaimana solusi untuk bumi perkemahan. Kami lakukan pengeboran sumur dan alhamdulilah keluar air. Pembersihan semak belukar, target selesai akhir Desember. Ditengarai ada batas-batas yang hilang, sehingga perlu ada pengukuran ulang dan pengembalian tapal batas,” ujarnya.

Dibagi 15 Petak Kawasan

Setelah air siap, nantinya dilanjutkan dengan penghijauan, supaya kawasan bumi perkemahan menjadi lebih rindang dan nyaman.

“Termasuk dengan tanaman-tanaman yang bisa menghasilkan, sehingga kedepan bumi perkemahan menjadi ruang terbuka hijau yang sejuk. Selain untuk kegiatan kepramukaan, juga bisa untuk kegiatan-kegiatan lain, siapa pun, terbuka untuk umum. Kayak outbound, pertemuan, bisa. Soalnya bumi perkemahan ada gedung pelatihan, joglo, mushola, kamar mandi luar juga banyak,” imbuh Gunasih.

Selanjutnya, kalau sudah bersih, lahan bumi perkemahan akan dibagi menjadi 15 petak kawasan, terdiri dari 14 Kwaran dan 1 Kwarcab.

Tiap petak kawasan menjadi tanggung jawab masing-masing Kwartir Ranting (Kwaran) pengurus kecamatan dan Kwarcab pengurus kabupaten, supaya lebih ringan dalam hal pemeliharaan maupun penataan.

“Misal Kwaran Rembang Kota di mana, Lasem di mana, kita bagi-bagi nanti. Tanggung jawab mereka adalah pembersihan dan penghijauan. Kita berharap masing-masing Kwaran kecamatan berlomba-lomba menjadi yang terbaik, terindah dan terasri, sehingga tidak harus keluar biaya sangat besar,” beber Gunasih yang juga Wakil Ketua DPRD Rembang ini.

Kwarcab nantinya juga akan berusaha melengkapi sarana yang ada, supaya Bumi Perkemahan Karangsari Park kembali ke fungsi semula, sekaligus memberikan manfaat lebih kepada masyarakat. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan