
Rembang – Antrian solar di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kabupaten Rembang semakin parah, hari Rabu (05 November 2025). Bahkan antrian kendaraan sampai mengular hingga jalur Pantura, menutupi hampir separuh jalan.
Misalnya di SPBU jalur Pantura Desa Leran Kecamatan Sluke, kemudian SPBU Kiringan sebelah barat Lasem.
Rouf, seorang sopir warga Dusun Tulis Desa Selopuro Kecamatan Lasem mengaku kondisi seperti ini jauh berbeda, apabila dibandingkan waktu sebelumnya.
Semula membeli solar lancar dan antrian tidak terlalu panjang. Namun sekarang harus antri sampai setengah jam atau bahkan lebih.
“Saya kemarin antri cukup lama, itu pas pagi. Lhah siangnya lewat lagi SPBU, malah semakin tambah ramai antrian,” ujarnya, Rabu (05 November 2025).
Rouf berharap Pertamina segera mengatasi masalah tersebut, karena berkaitan dengan kelancaran aktivitas masyarakat.
“Saya kan kerjaannya jual air kajar keliling mas ke Rembang. Solar ya kebutuhan vital buat colt pick up saya. Kalau ngantri kelamaan, bisa-bisa malah nggak dapat penghasilan nanti,” imbuh Rouf.
Kami langsung menghubungi Pertamina Patra Niaga, terkait panjangnya antrian pembelian solar.
Taufik Kurniawan, Manajer Komunikasi Relasi Dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah & DIY memastikan bahwa stok solar di wilayah Kabupaten Rembang dalam kondisi aman.
Total terdapat 21 SPBU di Kabupaten Rembang yang menyediakan solar subsidi, dengan jumlah 327 kilo liter atau setara dengan 1,4 kali lipat konsumsi harian normal.
“Antrian yang sempat terjadi di beberapa SPBU, lebih disebabkan oleh peningkatan permintaan solar yang cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Mulai dari proyek infrastruktur, kegiatan pertanian, serta nelayan,” terangnya.
Pertamina akan terus memantau kondisi penyaluran di seluruh SPBU dan berkoordinasi dengan Pemda maupun aparat penegak hukum, guna memastikan penyaluran solar subsidi tepat sasaran dan sesuai ketentuan.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan BBM sesuai peruntukan dan tidak melakukan penimbunan, agar stok di SPBU tetap stabil, serta pelayanan kepada konsumen berjalan lancar,” pungkas Taufik dalam keterangan tertulis yang dikirim Rabu sore. (Musyafa Musa).

