Pemilik Bengkel Beberkan Biaya Motor Brebet, Ada Komponen Yang Wajib Diganti
Tangki BBM sepeda motor harus dikuras dulu.
Tangki BBM sepeda motor harus dikuras dulu.

Rembang – Biaya perbaikan motor brebet-brebet, rata-rata menghabiskan Rp 100 – 150 Ribu per unit.

Seorang pemilik bengkel di Perumahan Sumber Mukti Indah Sumberjo Rembang, Moh. Kariri mengatakan biaya tersebut meliputi penggantian busi dan penyaring BBM.

“Kalau jasa perbaikannya Rp 50 Ribu. Selama tidak mengganti komponen yang berat, paling mentok ya Rp 150 Ribu. Kalau busi dan penyaring BBM, hampir pasti harus mengganti. Terutama busi, pasti itu,” ujarnya.

Kariri menambahkan sepeda motor yang paling rentan terkena brebet-brebet adalah jenis matic injeksi.

“Seperti Scoopy, Mio, Beat, PCX, N Max, pokoknya yang injeksi. Tahunnya berapa, nggak pengaruh, mayoritas yang matic injeksi,” imbuh Kariri.

Saat kondisi seperti sekarang, bengkelnya rata-rata menerima motor brebet-brebet sampai 50 unit per hari. Kedepan untuk mengantisipasi kemungkinan serupa, ia menyarankan kepada pemilik kendaraan supaya pengisian BBM diganti saja menggunakan Pertamax.

“Bahkan kadang bengkel belum buka saja, sudah ada yang antri di depan. Kalau saran saya, untuk mengurangi potensi kerawanan brebet, ganti pakai Pertamax mas,” terangnya.

Pemilik bengkel lain, Wahyu Triyatno mengungkapkan perbaikan motor brebet, biasanya memakan waktu 30 – 45 menit.

Ada tiga poin utama yang harus dilakukan, yakni menguras tangki BBM, mengganti busi dan pemasangan filter pool pump.

“Biasanya mereka (pemilik) nunggu di sini. Baru kalau ada kepentingan ya diitinggal. Poinnya 3 tahap itu, kalau nggak dilakukan ya rawan brebet lagi. Bengkel kami sampai dapat berjirigen-jirigen Pertalite, hasil pengurasan tangki sepeda motor,” kata Tri.

Sementara itu, seorang pemilik sepeda motor warga Desa Kebonagung Kecamatan Sulang, Anto berharap pemerintah serius mengatasi masalah ini, karena sudah sangat meresahkan masyarakat.

“Jelas sangat merugikan konsumen, kami mohon pemerintah serius agar kualitas BBM yang dijual lebih baik, nggak seperti ini,” ucapnya.

Berdasarkan release dari Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Tengah Dan DIY, sudah ada pengecekan di seluruh SPBU se-Kabupaten Rembang.

Mereka mengklaim bahwa BBM yang disalurkan ke SPBU sudah sesuai standar.

“Kalau ada masyarakat yang merasa dirugikan, silahkan menghubungi SPBU tempat di mana warga mengisi. Jika terbukti kerusakan sepeda  motor karena faktor BBM, maka SPBU harus memberikan ganti rugi,” kata Taufiq Kurniawan, Area Manager Communications, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jateng DIY. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.