
Pancur – Pendaki gunung yang sempat dikabarkan jatuh ke dalam jurang di Gunung Argopuro Desa Ngroto Kecamatan Pancur, Sabtu sore (02 Agustus 2025), ternyata hanya mengalami kaki keseleo di jalur pendakian.
Padahal Tim SAR gabungan bersama aparat, tim medis, masyarakat dan para relawan sudah naik, bersiap-siap untuk mengevakuasi korban. Bahkan mobil ambulance pun sudah siaga.
Syaiful Halim, relawan dari Palang Merah Indonesia (PMI) menjelaskan setelah sampai lokasi, dipastikan pendaki dari Kabupaten Blora tersebut tidak jatuh ke jurang, melainkan kakinya keseleo.
“Info awal yang kami terima terperosok ke jurang dan kakinya cidera berat, sehingga harus dievakuasi. Tapi setelah tim sampai atas, menjumpai bahwa kaki korban keseleo. Nggak sampai jatuh ke jurang,” terangnya.
Halim menimpali pendaki berjumlah 4 orang, anak-anak usia belasan tahun, semua dari Kabupaten Blora. Mereka berangkat Sabtu pagi dan turun gunung Sabtu siang. Ketika perjalanan pulang di sore hari, salah satu anak berusia 13 tahun kakinya terkilir.
Ia yang berasal dari Dusun Pudak Desa Sarimulyo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora, kemudian dipapah oleh rekan-rekannya turun sampai ke base camp.
Setelah bertemu dengan Tim SAR di base camp dan mendapatkan pertolongan, yang bersangkutan bisa langsung pulang, Sabtu sore.
“Mereka pulang naik sepeda motor, karena hasil pemeriksaan tim medis, juga masih aman,” ujar Halim yang juga personil Damkar Pemkab Rembang ini.
Sementara itu, Riyanto, pengelola base camp pendakian Ngroto mengimbau para pendaki untuk lebih berhati-hati.
“Termasuk ketika turun gunung, jangan buru-buru. Apalagi kalau kondisi jalur licin,” ujarnya. (Musyafa Musa).

