Kebakaran Di Gedongmulyo Lasem, Damkar Sebar Tiga Tim Jinakkan Si Jago Merah
Kebakaran di Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem.
Kebakaran di Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem.

Lasem – Tiga bangunan terbakar dalam peristiwa kebakaran di Desa Gedongmulyo Kecamatan Lasem, Rabu sore (16 Oktober 2024) sekira pukul 16.30 Wib.

Tiga bangunan tersebut meliputi dua rumah milik Lamidi (50 tahun) dan Toma (47 tahun), serta bekas bangunan KUD Desa Gedongmulyo yang sudah tidak digunakan. Lokasinya berada di kawasan RT 02 RW 01.

Kepala Desa Gedongmulyo, Budi Istanto menjelaskan masyarakat semula berusaha memadamkan api dengan air seadanya.

Tapi karena kobaran api sangat besar, pihaknya langsung menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Pemkab Rembang.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” terangnya.

Total Kerugian

Petugas Damkar yang tiba di lokasi kejadian, melakukan langkah-langkah penanganan. Mereka membagi menjadi 3 tim, untuk melokalisir api, supaya tidak menjalar ke bangunan lain.

“Tim 1 fokus pemadaman dari sisi barat, tim 2 dari sisi utara dan tim 3 dari sisi timur. Soalnya TKP berada di kawasan padat perumahan,” kata seorang petugas Damkar.

Kapolsek Lasem, AKP Arif Kristiawan menyatakan penyebab kebakaran diduga karena lupa mematikan tungku arang saat memasak, sehingga si jago merah merembet ke dinding bangunan.

“Pemilik rumah lupa mematikan tungku memasak mas, setelah Damkar turun api akhirnya bisa dipadamkan sekira pukul 18.37Wib,” ujar Kapolsek.

Kondisi kerusakan terparah menimpa rumah Lamidi, karena perabotan rumah tangga ikut ludes terbakar.

Disusul bekas bangunan KUD dan rumah milik Toma. Total kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp 250 Juta. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.