Buang Rasa Trauma Lewat Jalur Ini!! Sekarang Sudah Lancar, Tak Perlu Khawatir
Pekerja membuat garis marka di jalan beton Desa Raci Kecamatan Batangan. (Foto atas) Lalu lintas di perbatasan Rembang – Pati terpantau lancar.
Pekerja membuat garis marka di jalan beton Desa Raci Kecamatan Batangan. (Foto atas) Lalu lintas di perbatasan Rembang – Pati terpantau lancar.

Rembang – Jalur Pantura Rembang – Batangan – Juwana – Pati, Jawa Tengah dipastikan siap untuk perlintasan arus mudik Lebaran.

Sebelumnya, jalur ini menjadi momok mengkhawatirkan bagi para sopir, karena sering terjadi kemacetan parah.

Hasil pantauan hari Minggu (16/04), kondisi lalu lintas terpantau lancar. Hanya ada sebagian ruas jalan mengalami kerusakan, sehingga pengguna jalan harus lebih waspada.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Arif Romadhon menjelaskan kemacetan kala itu disebabkan dua hal.

Pertama, proyek perbaikan jembatan di Juwana, Pati. Tapi sekarang sudah selesai dan jembatan telah dibuka.

“Jembatan sudah dibuka, sehingga bisa mengurai kemacetan, “ tuturnya.

Faktor kedua, adanya proyek pembetonan jalan di Kecamatan Batangan, Pati. Saat ini juga telah selesai, sehingga tidak ada lagi pemberlakuan sistem buka tutup kendaraan.

“Pembetonan jalan mulai Desa Lengkong, Ketitang Wetan sampai Desa Raci sudah selesai. Meski berada di Kabupaten Pati, tapi kalau macet parah, imbasnya sampai ke Rembang, “ terang Arif.

Khusus di area sekitar Perempatan Juwana, lalu lintas terpantau normal dan tidak ada antrian kendaraan. Jamin, seorang pengguna jalan mengungkapkan kondisi sekarang jauh lebih lancar, jika dibandingkan bulan lalu.

“Dulu sering macet, ini sudah lancar, nggak trauma lagi kalau lewat sini, “ ucapnya.

Pada hari Minggu (16/04), truk-truk besar kendaraan barang masih boleh lewat jalur Pantura.

Tapi berdasarkan informasi, mulai hari Senin (17/04) hingga Jum’at (21/04), truk-truk barang dilarang lewat Pantura, untuk memperlancar arus mudik Lebaran. Kecuali truk pengangkut Sembako dan BBM masih boleh beroperasi.

Artinya, jalur Pantura pada hari-hari tersebut akan lebih sepi, karena intensitas kendaraan berkurang banyak. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.