
Rembang – Tingkat kunjungan di Pasar Rembang masih belum ada lonjakan signifikan.
Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Rembang, Sutono mengamati hanya pada H min 1 sebelum Ramadhan, terjadi peningkatan antara 25 – 30 %. Namun setelah memasuki bulan puasa sampai hari ke-18, menurutnya situasi pasar masih tergolong biasa-biasa saja.
“Hanya ada peningkatan di H-1, setelah itu seperti tidak kelihatan ini bulan puasa, biasa-biasa saja kondisi pasar. Monggo bisa cek langsung ke dalam pasar, “ ujarnya.
Sutono mengungkapkan pada menjelang Lebaran tahun lalu, biasanya mulai Minggu kedua dan ketiga Ramadhan, sudah terlihat adanya kenaikan jumlah pembeli yang datang ke Pasar Rembang. Tapi tidak demikian halnya sekarang ini.
Ia memprediksi kondisi tersebut disebabkan sejumlah faktor. Pertama, perekonomian sedang lesu, kedua banyak penjual pakaian keliling ke kampung-kampung dan ketiga imbas adanya penjualan secara online yang marak belakangan ini.
“Entah setelah nanti anak-anak libur sekolah dan para pegawai negeri sudah dapat tunjangan hari raya (THR), muda-mudahan ada peningkatan, “ kata Sutono.
Menyangkut penertiban pedagang di pinggir jalan luar Pasar Rembang, pihak paguyuban mendukung penuh langkah tersebut, karena selama ini keberadaan mereka merugikan pedagang yang ada di dalam pasar.
“Selain itu juga mengakibatkan jalan macet dan parkir menjadi tidak teratur. Apalagi pedagang di dalam sangat dirugikan. Pembeli cenderung pilih berbelanja di luar, karena lebih dekat, nggak perlu susah-susah masuk ke dalam, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

