Dibalik Rencana Penataan Taman Kartini, Ada Masalah Yang Sempat Membuat Was-Was
Taman Kartini Rembang. Pagar depan nantinya akan dibongkar menjadi konsep tempat terbuka.
Taman Kartini Rembang. Pagar depan nantinya akan dibongkar menjadi konsep tempat terbuka.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengaku ada satu alasan yang menjadi bahan pertimbangan, dibalik rencana penataan Taman Kartini.

Hafidz menyebut faktor bau menyengat yang terkadang ditimbulkan dari kawasan Pelabuhan Perikanan Pantai Tasikagung. Mengingat, lokasi pengembangan Taman Kartini berdekatan langsung dengan area pelabuhan.

Bupati berpendapat jangan sampai ketika Taman Kartini ditata menggunakan anggaran sangat besar, tapi wisatawan justru merasa kurang nyaman akibat bau menyengat dari pelabuhan. Kondisi itu perlu dipikirkan sejak dini, supaya ada langkah-langkah antisipasi secara berkelanjutan.

“Karena dari desain yang kita rancang itu, awalnya saya ingin ada semacam air di tengah laut kayak water boom gitu. Cuma kami sendiri juga was-was, karena dekat dengan pelabuhan, baunya yang tidak kuat itu. Setelah kita bangun habis-habisan dengan anggaran yang banyak, ternyata dampak pelabuhan mengganggu. Itu yang bikin saya agak ragu-ragu juga. Tapi rencana ini harus tetap berjalan, “ tuturnya.

Hafidz menambahkan Pemkab Rembang merencanakan anggaran Rp 10 Miliar pada tahun 2023. Total biaya untuk penataan Taman Kartini, diperkirakan butuh Rp 45 Miliar. Sedangkan kekurangannya akan dicarikan dari sumber-sumber dana lain, seperti Pemerintah Provinsi Jawa Tengah maupun tingkat pusat.

Konsep penataan Taman Kartini, nantinya berbasis tempat terbuka, mengandalkan potensi wisata alam bahari dan wisata kuliner.

“Kita terus cari-cari tambahan dana dari provinsi dan pusat. Penginnya reklamasi pantai juga, biar lahan tambah luas, “ kata Hafidz.

Sementara itu, seorang warga di Rembang, Supriyadi mengaku sering datang ke Taman Kartini, untuk sekadar menikmati minum kopi bersama rekan-rekannya.

Ia menilai dengan lokasi strategis di dekat pusat kota, sudah menjadi keputusan tepat, apabila Pemkab Rembang ingin menata kawasan tersebut.

“Syukur-syukur bisa dilengkapi dengan jogging track, sehingga masyarakat juga bisa memanfaatkan untuk sarana olahraga pagi dan sore hari, sambil menikmati pemandangan pantai, serta membeli kuliner di situ. Harus ada sisi-sisi yang bisa menarik pengunjung, supaya ramainya tidak di awal-awal pembangunan saja, “ usulnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.