Kisah Lilik Yuliati, Guru Dengan Keahlian Tak Biasa!! Bermula Dari Kakaknya Sang Naga Rimba
Lilik Yuliati saat mengamankan ular yang masuk ke dalam ruang sekolah SD N Japerejo Kec. Pamotan, baru-baru ini.
Lilik Yuliati saat mengamankan ular yang masuk ke dalam ruang sekolah SD N Japerejo Kec. Pamotan, baru-baru ini.

Pamotan – Wanita yang satu ini tak sekedar berprofesi sebagai guru dan ibu rumah tangga. Namun siapa sangka dibalik sosok keibuannya tersebut, memiliki keahlian tak biasa, yakni menaklukkan ular layaknya sang Naga Rimba.

Yah..Lilik Yuliati namanya. Ia merupakan guru di SD N Japerejo Kecamatan Pamotan. Usianya sekarang sudah 58 tahun. Lilik menjadi pawang ular sejak lulus SMP, kira-kira kala itu masih berusia 16 tahun.

Wanita warga Perumahan Griya Utama Permai Desa Kabongan Kidul, Rembang ini mengisahkan semula diajak sang kakak yang lebih dulu menjadi Naga Rimba, mengikuti “Wejangan”, sebuah ritual khusus menjadi pawang ular.

“Wejangan dimulai jam 12 malam, saya ikut nyoba, karena ajakan kakak saya. Waktu itu baru lulus SMP, “ kenangnya.

Dari sekian banyak peserta, ia kebetulan termasuk salah satu yang berhasil. Ditandai dengan ujian, tangannya coba digigitkan ke ular berbisa dan ternyata tidak masalah.

“Kakak saya bawa ular agak besar begitu, digigitkan ke tangan saya. Saya ya kaget, lho kok ndak apa-apa, kakak saya bilang kamu berhasil. Begitu sekilas ceritanya mas, “ imbuh Lilik.

Semenjak itu, Lilik sudah tak terhitung berapa kali mengamankan ular, termasuk ular berbisa. Mulai dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya, maupun di lokasi sekolah tempatnya bekerja.

Ia mencontohkan belum lama ini sempat ada ular masuk ke dalam ruangan SD N Japerejo. Lilik dapat mengamankan. Yang jelas, tiap kali usai menangkap ular, tak pernah sekalipun dibunuh. Baginya, ular adalah sahabat.

Setelah itu, ular dilepas ke habitat aslinya, seperti di sawah maupun semak belukar yang jauh dari permukiman penduduk.

“Bagi saya ular seperti sahabat, ndak boleh dibunuh. Pernah ada ular masuk ruangaan guru di sekolah, saya ya bilang lho kamu kok di sini, ayo keluar, jangan ganggu bapak ibu guru. Entah ularnya dengar atau tidak, yang penting ular bisa keluar, tanpa harus dimatikan, “ tuturnya.

Menurutnya, sejauh ini belum ada anak atau cucunya yang tertarik mendalami ilmu Naga Rimba. Tapi kalaupun kelak ada, ia sebatas berpesan yang penting bisa bermanfaat untuk orang lain. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *