
Rembang – Para pemain PSIR Rembang tiba kembali di Rembang, Minggu sore (02/10), setelah pertandingan lanjutan Liga 3 melawan Safin FC Pati di Stadion Gelora Soekarno Trangkil Pati ditunda.
Keputusan dari PSSI Jawa Tengah yang menunda Liga 3 selama sepekan itu, sebagai bentuk rasa duka dan solidaritas, akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur yang menewaskan 125 orang, hingga Minggu sore.
Pelatih PSIR Rembang, Hadi Surento menjelaskan pihaknya menerima kabar penundaan pertandingan sekira pukul 14.00 Wib, ketika para pemain sudah berada di Stadion Gelora Soekarno Pati, bersiap melawan tim Safin. Tim pelatih maupun pemain menghormati keputusan PSSI tersebut.
“Saya sampaikan soal penundaan. Respon pemain ya biasa sich mas, karena dihentikannya semua, bukan hanya pertandingan PSIR sama Safin saja. Anak-anak ndak masalah, “ ujarnya.
Setelah pertandingan ditunda, pemain kemudian keluar stadion dan sempat bertemu dengan para suporter PSIR yang sudah memadati sekitar stadion. Selanjutnya, pemain kembali ke Rembang dengan armada bus.
“Tadi sempat ketemu sebentar dengan suporter RBG-12 dan Ganster, lalu kita langsung balik Rembang, “ kata pelatih asli Desa Kebonagung Kecamatan Sulang ini.
Aparat kepolisian yang melakukan pengamanan di Stadion Gelora Soekarno Pati mengimbau kepada suporter agar pengembalian tiket bisa melalui koordinator lapangan (Korlap) masing-masing, agar tidak memicu kerumunan.
Selain itu, aparat juga mengingatkan suporter untuk tertib berlalu lintas, selama perjalanan pulang dari Pati ke Rembang.
“Pengembalian tiket bisa dikelola satu pintu, untuk mengurangi kerumunan. Sepulangnya akan kita layani dengan baik sampai perbatasan (Pati – Rembang-Red), “ kata seorang polisi.
Sementara itu, Wahyudi, seorang suporter dari Rembang mengaku sudah membeli tiket pertandingan seharga Rp 20 Ribu. Setelah batal, uang langsung dikembalikan. Ia pribadi kecewa, namun mau memahami keputusan PSSI.
“Ya tetap kecewa, lha wong sudah sampai stadion, jauh-jauh dari Rembang ke Pati. Tapi mau bagaimana lagi, ini sebagai bentuk rasa duka terhadap kejadian di Malang, kita ikuti saja mas, “ ujarnya. (Musyafa Musa).

