
Rembang – Kontingen Kabupaten Rembang sejatinya nyaris tidak berangkat ke ajang Pekan Olahraga Provinsi (Poprprov) Jawa Tengah yang berlangsung di Semarang Raya, 25 – 30 Oktober 2026.
Hal itu karena anggaran Poprov yang baru disahkan dalam APBD Perubahan 2026 belum cair, sehingga menghambat proses keberangkatan para atlit, pelatih dan official. Pemusatan latihan (TC) sebelum Porprov, juga tidak ada.
Lalu kenapa kontingen Kabupaten Rembang bisa berangkat ?? Meski akhirnya berada di posisi terakhir, dengan memperoleh 1 medali perak dan 6 medali perunggu, usai penutupan Porprov, Jum’at malam (30/10).
Sabtu sore (31 Oktober 2026), Radio R2B mewawancarai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Rembang, Suswantoro.
Suswantoro membenarkan anggaran untuk Porprov sekira Rp 1,4 Miliar dari Pemkab Rembang belum cair.
Saat menjelang keberangkatan, pihaknya mengumpulkan pengurus KONI. Disepakati untuk melakukan penggalangan dana talangan, termasuk berhutang ke bank, agar kontingen Kabupaten Rembang tetap bisa berangkat.
“Ya pengurus KONI yang PNS-PNS itu siap membantu dulu, ada yang 150 Juta, 250 Juta, hutang-hutang mas. Prinsipnya, yang penting dari Rembang tetap bisa berangkat. Kalau dana sudah cair, baru diganti. Awalnya memang sempat tidak akan berangkat, tapi apa nggak malu, kalau sampai Rembang nggak ikut,” ungkapnya.
Suswantoro menyebut bahkan menjelang Porprov, pihaknya sulit mengetahui jadwal dan lokasi latihan cabang olahraga.
“Saya minta dari pengurus cabang, nggak dikasih, ya sudah. Meski demikian, kita tetap berupaya. Hanya 60 atlit yang berangkat. Untuk cabang olahraga yang mundur (nggak berangkat) ada 2, yakni golf dan sambo,” tandas Suswantoro.
Rembang mendapatkan 1 perak dari cabang olahraga pencak silat, kemudian 6 perunggu disumbangkan dari tenis meja, rugby, wushu dan catur.
Posisi paling buncit Kabupaten Rembang di Porprov 2026, tertinggal jauh dengan daerah tetangga.
Kabupaten Pati menempati urutan 6 dengan menggondol 35 medali emas, sedangkan Kabupaten Blora berada di urutan 8 dengan meraih 29 medali emas.
Jika dibandingkan Porprov 2023, ketika Kabupaten Rembang menjadi tuan rumah, kala itu Rembang menempati urutan ke-30, dengan torehan 4 emas, 5 perak dan 13 perunggu.
Suswantoro menambahkan banyak hal yang harus dievaluasi. Mulai sistem pembinaan atlit, event olahraga di tingkat pelajar, pendanaan daerah, hingga pola bapak asuh untuk cabang olahraga.
“Infrastruktur latihan atlit masih belum memadai, kemudian event olahraga untuk pelajar, kami berharap ada setiap tahun, sehingga menjadi ajang penjaringan atlit potensial. Kelas Khusus Olahraga (KKO), kami mendorong bisa ditambah, nggak hanya di SMA N 3 Rembang saja. Pendanaan daerah buat olahraga, kesannya dari angka terlihat besar, tapi mayoritas kan untuk PSIR. Kita juga ingin mencari bapak asuh dari swasta, perusahaan, ikut peduli membina olahraga. Satu perusahaan menghandle 1 cabang olahraga. Semoga hal-hal seperti ini menjadi perhatian kita bersama,” pungkasnya. (Musyafa Musa).
