
Sulang – Bumi Perkemahan Karangsari Park kedepan diproyeksikan bisa menjadi ruang terbuka hijau yang bersih dan nyaman.
Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Rembang, Gunasih mengatakan luas lahan Bumi Perkemahan mencapai 15 hektar.
Lahan seluas itu, semula tidak terurus dan banyak ditumbuhi semak belukar. Sekarang, sudah lebih bersih.
Kalau fungsinya diperluas, termasuk menjadi ruang terbuka hijau, diharapkan masyarakat mau datang, tertarik ikut memanfaatkan.
“Ruang kegiatan untuk umum, konsepnya itu. Kalau asri, rindang, bersih, bisa dipakai untuk olahraga, jalan-jalan, nyantai refreshing, kegiatan yang dekat dengan alam. Jadi nggak hanya untuk perkemahan saja,” tuturnya.
Gunasih menimpali pihaknya sedang menjajaki kerja sama dengan perusahaan, untuk ikut menata Bumi Perkemahan Karangsari Park.
“Target kita mau ke Djarum Foundation, kerja sama ikut menata, agar Bumi Perkemahan semakin hijau, asri, sehingga kedepan lebih bermanfaat,” kata Gunasih.
Anggota DPRD Rembang dari Partai Demokrat ini menyebut sejak dirinya dilantik menjadi Ketua Kwarcab tahun 2025 lalu, secara bertahap melakukan penataan. Mulai dari pembersihan semak-semak, hingga penyediaan air bersih.
Salah satu strateginya, lahan Bumi Perkemahan dikapling-kapling, dengan tanggung jawab masing-masing pengurus Pramuka tiap kecamatan. Siapa yang lahannya paling bersih, akan mendapatkan hadiah.
“Setiap kecamatan punya kaplingan sendiri-sendiri. Itu kita lombakan, jadi sekarang sudah lebih bersih, daripada sebelumnya. Silahkan apabila masyarakat ingin berkegiatan di sana,” terangnya.
Kami mewawancari sejumlah warga yang sering datang ke area Bumi Perkemahan Karangsari Park.
Mereka menyarankan agar bangunan Mushola di sisi barat yang sudah lama mangkrak, untuk dibersihkan dan diaktifkan kembali.
Kalau Mushola itu sudah aktif, mereka optimis akan memberikan suasana lebih baik di kawasan tersebut.
“Mushola itu, lama nggak dipakai, jadi ya kotor. Coba lihat, tempat wudhlunya juga nggak bisa, ada beberapa bagian rusak. Kalau kami boleh usul, Musholanya dibenerin dulu, diaktifkan lagi untuk kegiatan ibadah. Insyaallah nanti yang lain-lain akan mengikuti,” ujar Sumani, seorang warga. (Musyafa Musa).
