Tugu Identitas Kab. Rembang Siap Dibangun, Ini Titik Lokasi Dan Nominal Anggarannya
Rencana pembangunan Tugu Identitas masuk Kabupaten Rembang, di jalur Pantura Kecamatan Kaliori.
Rencana pembangunan Tugu Identitas masuk wilayah Kabupaten Rembang, di jalur Pantura Kecamatan Kaliori.

Rembang – Tugu identitas masuk wilayah Kabupaten Rembang siap dibangun tahun 2026 ini, setelah menunggu izin cukup lama.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang Kabupaten Rembang, Maryosa menjelaskan tugu identitas tersebut berada di pinggir jalur Pantura Desa Mojowarno Kecamatan Kaliori, tepatnya sebelah timur SPBU Kaliori.

Lokasi itu dipilih, karena lebar bahu jalan yang sesuai dan layak untuk pembangunan tugu identitas.

Pada awalnya akan dibangun di Pantura Kaliori, sebelah timur Batangan Pati. Namun kondisi bahu jalan tidak memungkinkan, sehingga harus dialihkan ke arah timur.

“Dulu rencana di Kaliori, tapi karena terlalu sempit dan di seberangnya mengganggu lalu lintas, makanya kita pindah,” tuturnya.

Maryosa menambahkan anggaran pembangunan tugu identitas mencapai hampir Rp 2 Miliar, dengan rincian 1 Miliar merupakan bantuan CSR dari PT. Semen Gresik, sedangkan 1 Miliar lainnya dari anggaran APBD Rembang.

“Untuk pembangunan fisiknya, Rp 1,8 Miliar. Total anggaran hampir Rp 2 Miliar,” kata Maryosa.

Maryosa memperinci tugu identitas tidak dibangun dengan desain melintang jalan, karena mempertimbangkan beban kepadatan lalu lintas di jalur Pantura.

“Kalau zaman dulu, mungkin masih ok ya. Cuman sekarang lalu lintas semakin ramai, khawatir nanti akan mengganggu keselamatan,” imbuhnya.

Tugu identitas berada di sisi utara dan selatan jalan, bertuliskan Rembang dan Bangkit. Selain itu, simbol jangkar dengan ukuran besar, berada di atas kedua tugu.

Selanjutnya, ada ornamen-ornamen yang menggambarkan potensi daerah maupun ciri khas Rembang.

Menurut Maryosa, pembangunan tugu identitas perlu izin dari Kementerian PUPR, yakni Balai Besar Penanganan Jalan Nasional.

Meski direncanakan sejak lama, namun baru akan terlaksana tahun 2026 ini.

“Izinnya sudah turun pak, kita memang yang lama nunggu izin dari pusat, soalnya itu kan masuk jalan nasional,” tandas Maryosa.

Saat ini pihaknya sedang melengkapi dokumen-dokumen lelang proyek. Setelah beres, ditampilkan ke website pengadaan barang dan jasa. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.