Mengintip Pelatihan Di BLK Rembang, Ini Sejumlah Keterampilan Yang Bisa Diikuti
Suasana pelatihan menjahit di BLK Rembang.
Suasana pelatihan menjahit di Balai Latihan Kerja (BLK) Rembang.

Rembang – Balai Latihan Kerja (BLK) milik Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Rembang, ternyata mendapat atensi yang tinggi dari masyarakat.

Pasalnya banyak bidang keterampilan yang ditawarkan kepada masyarakat, sebagai kesiapan sebelum terjun ke dunia kerja.

Kepala Dinperinaker Rembang, Fery Sumardi, menyatakan tingginya minat masyarakat terlihat dari banyaknya pendaftar di hampir seluruh program pelatihan.

Namun, keterbatasan kuota membuat pihaknya harus melakukan seleksi ketat agar pelatihan bisa berjalan efektif.

“Hampir semua bidang diminati. Karena kuotanya terbatas, kita lakukan seleksi untuk tiap keahlian,” jelasnya, Senin (04/5).

Fery menambahkan, pelatihan tersebut didukung oleh dana dari APBN, sehingga pelaksanaannya mengikuti ketentuan yang berlaku.

Adapun bidang pelatihan yang dibuka meliputi komputer, pengelasan, servis sepeda motor, menjahit, tata boga, hingga servis AC.

“Setiap kelas dibatasi maksimal 16 peserta untuk menjaga efektivitas pembelajaran, serta memastikan setiap peserta mendapatkan pendampingan optimal dari instruktur,” imbuh Fery.

Salah satu peserta pelatihan komputer, Naili Hidayah, mengaku merasakan manfaat besar setelah mengikuti program tersebut selama tiga minggu.

“Dengan adanya BLK ini sangat membantu kami. Dari yang sebelumnya tidak tahu operasional komputer menjadi tahu. Kami belajar Microsoft Office setiap hari dari pagi sampai siang,” ungkap wanita asal Desa Sendangmulyo Kecamatan Gunem itu.

Hal serupa disampaikan Hellena Aulia Fitra, peserta pelatihan otomotif asal Kecamatan Sumber. Menurutnya, pelatihan dari BLK memberikan pengalaman baru sekaligus memperdalam minatnya di bidang otomotif.

“Pelatihannya bagus, menambah wawasan dan pengalaman. Saya belajar bongkar-pasang mesin, memang sudah tertarik dunia otomotif sejak SMA,” katanya.

Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali kemampuan komunikasi dan manajemen sebagai modal saat berkecimpung didunia kerja.

Tingginya minat masyarakat terhadap pelatihan di BLK diharapkan dapat menjadi modal untuk meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal di masa mendatang. (Diantoro).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.