Banser Rembang Dirikan 4 Posko, Layanan Sepenuh Hati Untuk Pemudik
Apel sebelum bertugas. Pemudik singgah di Posko Banser, dekat Masjid Desa Sluke Kecamatan Sluke, Kamis (19/03).
Apel sebelum bertugas. Pemudik singgah di Posko Banser, dekat Masjid Desa Sluke Kecamatan Sluke, Kamis (19/03).

Rembang – Posko Mudik Banser di Kabupaten Rembang mulai diminati para pemudik sebagai tempat singgah selama perjalanan arus mudik Lebaran 2026.

Sejumlah posko mencatat adanya pemudik yang memanfaatkan fasilitas untuk beristirahat hingga berbuka puasa.

Berdasarkan laporan harian, Posko Sluke mencatat sebanyak 12 pemudik singgah pada hari Kamis (19 Maret 2026).

Dari jumlah itu, 7 orang berbuka puasa dan 1 orang sahur di posko. Kemudian Posko Pamotan mencatat 18 orang pemudik yang singgah.

Sedangkan Posko Kaliori menerima 5 pemudik, dengan 3 orang berbuka puasa dan 2 orang sahur. Adapun Posko Sulang melaporkan nihil pemudik singgah pada hari Kamis ini.

Musim Mudik/Balik Lebaran 2026, Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Rembang mendirikan 4 posko, masing-masing di jalur Pantura sekitar Masjid Tambakagung Kecamatan Kaliori dan Masjid Sluke.

Dua posko mudik lain berada di jalur alternatif, yakni sekitar Masjid Japerejo Kecamatan Pamotan dan dekat Alhamdulillah Sport Area Desa Kemadu Kecamatan Sulang.

Seluruh posko juga melaporkan tidak adanya kejadian menonjol, seperti kecelakaan maupun kondisi darurat lainnya.

Kepala Satuan Koordinasi Cabang Banser Kabupaten Rembang Pujianto mengatakan, keberadaan Posko Mudik Banser memang ditujukan untuk memberikan kenyamanan para pemudik di tengah perjalanan.

“Alhamdulillah, meskipun jumlahnya belum terlalu besar, sudah mulai ada pemudik yang singgah dan memanfaatkan fasilitas posko, terutama untuk berbuka puasa. Ini menunjukkan bahwa kehadiran Posko Mudik Banser dirasakan manfaatnya,” ujar Pujianto.

Ia menambahkan, pihaknya terus memastikan seluruh personil tetap siaga, sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, baik dalam kondisi ramai maupun sepi.

“Yang terpenting bagi kami adalah kesiapsiagaan. Ketika pemudik membutuhkan tempat istirahat, bantuan, atau sekadar singgah, Posko Banser harus hadir dan siap melayani,” imbuhnya.

Menurutnya, konsep pelayanan yang ramah dan humanis menjadi kunci agar pemudik merasa nyaman saat singgah.

“Kami ingin menghadirkan suasana yang membuat pemudik merasa betah, aman, dan terbantu selama perjalanan. Ini bagian dari pengabdian Banser kepada masyarakat,” tandasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.