Harga Beras Masih Tinggi Di Tengah Panen Raya, Adakah Permainan ??
Warga Desa Glebeg, Kecamatan Sulang menjemur padi hasil panen. Masyarakat menyoroti harga beras masih tinggi, meski di tengah masa panen.
Warga Desa Glebeg, Kecamatan Sulang menjemur padi hasil panen. Masyarakat menyoroti harga beras masih tinggi, meski di tengah masa panen.

Rembang – Harga beras di Kabupaten Rembang masih cukup tinggi, padahal sudah masa panen raya padi.

Kondisi ini memicu keheranan, apakah ada dugaan permainan dari spekulan, pengecer maupun oknum pedagang-pedagang besar ?

Ahmad Solikin, seorang warga di Rembang mengungkapkan ketika stok berlimpah, seharusnya harga beras bisa turun. Tapi kenyataannya, harga beras masih cukup tinggi, bahkan cenderung naik.

“Satgas Pangan harusnya serius menelusuri, ada apa ini. Jangan sampai malah merugikan masyarakat, karena ada kemungkinan pihak-pihak yang bermain mengeruk untung, justru tidak terdeteksi. Masalahnya beras ini kan kebutuhan pokok masyarakat. Tiap hari kita butuh. Dari kemarin-kemarin nggak turun-turun, ini kok malah naik saat panen,” tuturnya.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Dan UKM Kabupaten Rembang, M. Mahfudz saat dikonfirmasi wartawan mengenai masalah ini membenarkan harga beras cenderung mengalami kenaikan.

Hasil pantauan pekan ini, harga beras kelas sedang/medium mencapai Rp 13.500 per kilo gram, sedangkan kelas premium Rp 15.000 per Kg.

Pihaknya menduga kenaikan terjadi karena pedagang di tingkat pengecer ingin mendapatkan tambahan keuntungan, dengan mengambil momen menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Hasil pantauan kita di pedagang-pedagang pengecer yang mengambil momen saja, untuk mendapatkan tambahan keuntungan,” terangnya, hari Selasa (10 Maret 2026).

Kalau dugaan keterlibatan pedagang-pedagang besar ikut bermain, sejauh ini pihaknya belum menemukan. Meski pantauan tetap harus dilakukan secara berkala.

“Saya kira hanya ambil momen mendekati Lebaran. Nanti setelah Lebaran, dipantau lagi, perkiraan akan berangsur-angsur kembali normal,” imbuh Mahfudz.

Untuk menekan harga beras supaya tidak semakin melambung, Pemkab Rembang memanfaatkan kegiatan operasi pasar melalui Kampung Ramadhan yang berlangsung di sejumlah lokasi.

“Misalnya di Kampung Ramadhan Rembang, kemudian di Desa Kedungrejo dan Padaran, lalu di Desa Tasikagung besok Kamis,” bebernya.

Data di Dinas Pertanian Dan Pangan Kabupaten Rembang, stok beras per tanggal 07 Maret 2026, di gudang Bulog Rembang mencapai 8 ribuan ton, kemudian di gudang milik swasta, Sari Buana 550 Ton, dan gudang Jon Putra 500 Ton. Belum lagi, stok beras di tempat-tempat penggilingan padi.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dintanpan, Dyah Ajeng Trenggonowati menyampaikan kebutuhan beras di Kabupaten Rembang, rata-rata 5.000 Ton setiap bulan.

“Stok surplus, jauh lebih dari cukup. Ditambah sekarang masih panen padi,” tandasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.