
Lasem – Seekor ikan lumba-lumba berukuran cukup besar, ditemukan di sekitar Pantai Bonang – Binangun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Minggu (01 Maret 2026).
Awal mulanya ada nelayan melintas mengetahui keberadaan ikan lumba-lumba tersebut. Setelah itu, berusaha mendekati untuk memastikan kondisinya.
Ikan lumba-lumba masih hidup, namun terjebak pada lokasi yang dangkal. Nelayan sempat berupaya menarik ke tengah, namun belakangan mengarah ke pinggir lagi.
Sekretaris Dinas Kelautan Dan Perikanan Kabupaten Rembang, Nurida Andante Islami saat dikonfirmasi menjelaskan biasanya kalau ikan lumba-lumba sudah terdampar, agak sulit diselamatkan.
“Diduga sensor pada ikan tersebut sudah rusak,” terangnya.
Untuk menyelamatkan ikan lumba-lumba terdampar, tidak bisa asal sembarangan ditarik dengan menggunakan jaring ke tengah laut.
Alasannya, kulit lumba-lumba sensitif dan mudah terluka. Apalagi jika terkena benturan.
“Penanganannya berbeda, harus diangkat pelan-pelan dan nggak boleh kena benturan. Tubuhnya harus dilindungi pakai material yang lembut,” beber Andante.
Ia beberapa tahun lalu juga pernah menyelamatkan seekor ikan lumba-lumba terdampar di pantai utara Kecamatan Lasem. Sudah ada upaya penyelamatan ke tengah, namun akhirnya diketahui mati di sekitar hutan bakau Desa Dasun, Kecamatan Lasem.
“Waktu itu kita pakai selimut untuk menyelamatkan. Tapi posisi bagian ekor dan kepalanya ada luka, sehingga sensornya sudah benar-benar terganggu,” imbuhnya.
Andante mengimbau untuk sementara biarkan ikan tersebut berada di lokasi itu, karena kulit ikan lumba-lumba harus selalu lembab, sambil menunggu ombak laut pasang.
Pihaknya sudah meneruskan temuan ikan lumba-lumba terdampar kepada Balai Pengelolaan Kelautan Kementerian Kelautan Dan Perikanan (KKP) wilayah kerja Jawa Tengah.
“Lumba-lumba biasanya berenang secara berkelompok atau tidak sendirian. Kalau sudah terpisah dari rombongan, berarti sensornya terganggu dan kemungkinan mengikuti kapal nelayan,” pungkas Andante. (Musyafa Musa).

