Masih Jadi PR, Sektor Pariwisata Kabupaten Rembang Harus Terus Berinovasi
Pers Release Data Statistik BPS Rembang, baru-baru ini.
Pers Release Data Statistik BPS Rembang, baru-baru ini.

Rembang – Meski menunjukkan perkembangan yang positif, namun sektor pariwisata di Kabupaten Rembang dianggap perlu terus berbenah dan berinovasi.

Hal ini dikarenakan jumlah warga Kabupaten Rembang yang berkunjung ke luar daerah lebih banyak, dibandingkan warga luar daerah yang datang ke Kabupaten Rembang.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Rembang, Jubaedi menjelaskan berdasarkan data pada bulan November 2025, jumlah perjalanan wisatawan nusantara dari Kabupaten Rembang mencapai 185.590 perjalanan.

Sementara perjalanan wisatawan nusantara ke Kabupaten Rembang pada bulan yang sama yaitu sebanyak 138.095 perjalanan.

“Berarti perjalanan wisatawan nusantara antara yang datang dan yang pergi memang ada sedikit perbedaan,” terangnya.

Jubaedi menambahkan, dari sisi tingkat penghunian kamar hotel di Kabupaten Rembang pada November 2025, yakni mencapai 20,11%. Dengan rata-rata lama menginap 1,32 malam.

“Untuk lebih mudahnya, rata-rata dari 100 kamar hotel di Kabupaten Rembang ada sekitar 20 sampai 21 yang terjual. Dengan rata-rata menginap tamunya antara 1-2 malam,” imbuh Jubaedi.

Sementara itu, Asisten 2 Sekda Rembang, Mardi menanggapi bahwa potensi pariwisata di Kabupaten Rembang tidak kalah dengan daerah lain. Hanya saja, dalam pengemasannya perlu dilakukan inovasi, agar lebih menarik minat wisatawan luar daerah.

“Kita lihat saja di Solo dan Jogja, objek wisatanya ya memang sudah mengakar disana. Ada wisata budaya ada wisata buatan. Secara potensi Rembang tidak kalah kok. Ya itu makanya ini jadi PR kita bersama,” ungkapnya.

Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Rembang, pada tahun 2027 mendatang Pemkab akan lebih fokus pada sektor pariwisata.

Hal tersebut juga diharapkan bisa mendongkrak roda perekonomian masyarakat di desa. (Wahyu Adi).

News Reporter

Tinggalkan Balasan