
Rembang – Manajemen PSIR Rembang melarang para pemain melakukan live di media sosial, selama musim kompetisi Liga 4 Jawa Tengah berlangsung.
Live Tiktok, Instagram, Facebook maupun media sosial (Medsos) lainnya dilarang total. Jika ada yang membandel, pemain tersebut akan dicoret dari squad tim.
Wakil Manajer PSIR Rembang, Youhan Nugroho menyatakan saat evaluasi, hari Minggu (04 Januari 2026), pemain live di media sosial termasuk menjadi salah satu masalah yang dibahas.
“Streaming (live) dilarang total. Kalau ada yang bandel, kita coret,” tandasnya.
Selain itu, pemain juga diminta untuk membatasi pemakaian media sosial dan mengurangi penggunaan HP, supaya mereka lebih fokus menghadapi pertandingan.
“Kami juga mewanti-wanti untuk kurangin bermain HP, apalagi main Sosmed. Biar situasi tetap terjaga. Selain Medsos, evaluasi juga untuk hal-hal lain,” imbuh Youhan.
Selama evaluasi tersebut, pihaknya juga melibatkan pelatih maupun perwakilan suporter.
Sementara itu Nugroho “Fadlun” Gozali, mewakili suporter Ganster (Gabungan Suporter Rembang) berharap pemain meningkatkan daya juang saat menjamu tim Safin Pati di Stadion Krida Rembang, hari Rabu 07 Januari 2026.
“Lupakan kekalahan dari Persiharjo. Saya berharap semua pemain fokus menghadapi Safin Pati. Fighting spirit ditingkatkan. Jangan main-main, karena dukungan kita tidak main-main,” ujarnya.
Sebelumnya, tim PSIR Rembang kalah 3 – 1, ketika dijamu Persiharjo Sukoharjo, dalam pertandingan pertama Liga 4 Jawa Tengah, Sabtu sore (03/01).
Akun resmi Instagram PSIR Rembang ramai diberondong warganet (Netizen) menyoroti fenomena sejumlah pemain terlalu banyak bermain Medsos, diduga menjadi salah satu faktor yang turut berpengaruh terhadap menurunnya kualitas permainan tim.
Pelatih PSIR Rembang, Yulian Syahreva ketika dikonfirmasi tidak menanggapi anggapan dari Netizen tersebut. (Musyafa Musa).

