Investor Anggap Embung Sudo Sangat Menarik, Tapi Pilih Balik Kanan Karena Kendala Ini
Embung Sudo Kecamatan Sulang.
Embung Sudo Kecamatan Sulang.

Sulang – Waduk Banyukuwung di Desa Sudo Kecamatan Sulang sejatinya sudah beberapa kali dilirik calon investor dari luar daerah, untuk destinasi wisata.

Namun sempitnya akses jalan menuju lokasi menjadi kendala utama, sehingga mereka membatalkan niat kerja sama pengembangan lokasi.

Kepala Desa Sudo, Sadi mengatakan banyak potensi yang bisa digarap, terutama keberadaan waduk atau embung. Tapi ketika calon investor datang mengecek, memilih balik kanan, setelah mengetahui akses jalan tidak layak untuk kendaraan jenis bus keluar masuk.

“Calon investor sudah datang ke Sudo, mereka bilang tempatnya sangat bagus. Cuma yang disayangkan, kalau akses jalannya cuman segini, nggak mumpuni. Akses jalan yang kurang lebar, membuat mereka batal melangkah lebih lanjut,” ungkapnya.

Sadi menambahkan kalau dari sisi perizinan, menurutnya Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana sempat memberikan sinyal positif.

Jaringan komunikasi selama ini sudah terbangun. Bahkan dalam beberapa kegiatan, BBWS juga melibatkan para pemuda setempat.

“Mulai penanaman pohon, kemudian jalinan kerja sama yang lain. Kita dari desa punya harapan yang lebih kedepan. Meski belum sampai pada tataran perizinan untuk tempat wisata, tapi kami optimis BBWS memberikan peluang,” imbuh Kades.

Sementara itu, seorang pegiat wisata dan budaya di Desa Sudo, Pranghono menjelaskan jalan dari Desa Seren ke Desa Sudo, cukup sempit.

Kalau seandainya Pemkab Rembang tertarik mengoptimalkan Embung Sudo, ia berharap pelebaran dan peningkatan jalan lebih baik memanfaatkan akses antara jalan Desa Kaliombo sampai ke Sudo, karena terhubung dengan jalan raya Rembang – Blora yang merupakan jalan nasional.

“Kalau sama-sama dilebarkan dan ditingkatkan, kami menyarankan sebaiknya antara Kaliombo – Sudo, panjangnya 3 – 4 kilo meter. Aksesnya malah lebih enak, karena langsung tembus dengan jalan nasional. Soalnya kalau dari Seren – Sudo, sudah terlalu padat perumahan penduduk mas. Investor itu penginnya cuma satu, bus pengunjung bisa masuk,” ujar Pranghono. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan