
Rembang – Bupati Rembang, Harno mengaku sempat terkejut melihat event lari Rembang City Run, diikuti 3.500 peserta. Padahal kegiatan tersebut, peserta harus membayar biaya pendaftaran Rp 125 Ribu.
Harno menyampaikan hal itu, saat memberikan sambutan ketika berlangsung Rembang City Run di halaman Stadion Krida Rembang, Minggu (09 November 2025).
“Meskipun mbayar, tapi acara ini diikuti banyak peserta. Terima kasih kepada penyelenggara, HKR, PGRI dan semua pihak yang sudah membantu terlaksananya kegiatan ini,” ujarnya.
Harno berharap menjelang akhir tahun 2025, nantinya bisa diadakan event senam sehat di Taman Kartini.
“Pak Kepala Dinas Pariwisata, pak Camat, tolong akhir tahun bisa diadakan senam, sambil menikmati kenangan waktu kecil yang terlupakan di Taman Kartini. Kalau di sini sponsornya banyak, akhir tahun, saya yakin ada,” imbuh Bupati.
Ketua Himpunan Keluarga Rembang (HKR) Jabodetabek, Maryono mengungkapkan Rembang City Run menjadi event terbesar, karena jumlah pesertanya mencapai 3.500.
“Kita mengadakan event ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan Rembang, melalui kegiatan olahraga,” terangnya.
Maryono menegaskan Event Rembang City Run akan digelar rutin setiap tahun.
“Tadi saya rembugan dengan temen-temen semua, kita sepakat Rembang City Run akan dilakukan setiap tahun,” tandas Maryono disambut tepuk tangan riuh.
Maryono juga menyinggung tentang keberadaan Taman Kartini. Saat HKR Jabodetabek berbincang dengan Bupati Rembang, Harno, sempat ditawari bagaimana kalau HKR mengelola Taman Kartini, supaya bisa berjaya lagi seperti dulu.
“Bagaimana kalau HKR mengelola Taman Kartini, setuju nggak. Kita akan pelajari, semoga HKR sanggup untuk mengembangkan. Kami yang ada di Jakarta ini, asli warga Kabupaten Rembang. Kami ingin terus peduli kepada kampung halaman. Apalagi Taman Kartini adalah tempat wisata kenangan sejak kami kecil. Rasa cinta kami dengan Rembang, tidak akan luntur,” bebernya.
Usai peserta menempuh jarak 5 kilo meter, dilanjutkan dengan senam zumba. Suasananya pun semakin meriah.
Dalam kesempatan itu, pihak HKR Jabodetabek juga menyerahkan 400 bibit durian kelas premium kepada sejumlah desa di Kecamatan Kragan yang tergabung dalam Tersanjung Rowatu (Desa Terjan, Sendang, Tanjungsari, Woro dan Watupecah). (Musyafa Musa).

