
Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang akhirnya merespon serius, usulan Jalan Pemuda Rembang menjadi jalur hari bebas kendaraan atau car free day (CFD) pada Minggu pagi.
Hari Selasa (14 Oktober 2025), pihak-pihak terkait membahas rencana itu di ruang rapat Asisten Sekda Bidang Perekonomian Dan Pembangunan Pemkab Rembang. Tampak hadir Satlantas, Balai Pengelola Transportasi Darat dan Dinas Perhubungan.
Mereka sepakat Jalan Pemuda Rembang menjadi jalur car free day.
“Jalan Pemuda dijadikan lokasi car free day bermula dari usulan masyarakat. Semua pihak menyetujui, termasuk dari BPTD dan Satlantas Polres Rembang, meski status jalan Pemuda adalah jalan nasional,” ujar Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mardi.
Mardi membeberkan untuk tahap awal, CFD di Jalan Pemuda akan berlangsung sebulan sekali, setiap Minggu pertama.
Namun kapan dimulai, belum ditentukan tanggalnya, karena masih harus mematangkan persiapan lain, seperti kantong parkir dan tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL). Tapi yang jelas mulai tahun 2025.
Event Rembang City Run tanggal 09 November mendatang, dengan mengambil start dan finish di Stadion Krida Rembang, nantinya akan menjadi gambaran percontohan.
“Apabila berjalan lancar dan mendapatkan respons positif dari masyarakat, maka frekuensi CFD dapat ditingkatkan. Jangan sampai PKL menempati lokasi yang dapat merusak tanaman di sepanjang Jalan Pemuda. Akan lebih baik PKL diberi tempat terpusat seperti bazaar,” imbuhnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Rembang, Drupodo, membeberkan area CFD akan membentang dari depan Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) hingga Perempatan Galonan.
Jalur di sekitar Kantor PLN ke selatan akan menjadi tempat parkir kendaraan bagi masyarakat dari wilayah selatan, sedangkan jalur dari PLN ke utara dipakai untuk kegiatan CFD.
“Dari kantor PLN ke selatan itu nanti untuk parkir sampai Galonan. Sementara yang arah ke utara digunakan jalur car free day,” terangnya.
Tempat Berjualan Pedagang
Dishub juga menyiapkan sejumlah titik parkir tambahan. Pengunjung dari arah Jalan Slamet Riyadi diarahkan memarkir kendaraan di sepanjang Jalan Cinta, sedangkan dari arah utara dapat memanfaatkan halaman Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) maupun area sekitarnya.
“Akan kami surati untuk izin penggunaan lahan sebagai tempat parkir. Ini masih perlu survei lagi ke lapangan untuk menentukan titik-titik pastinya. Nanti perlu diadakan rapat lagi,” tambah Drupodo.
Selain menata area parkir, Pemkab juga menyiapkan lokasi khusus bagi pedagang UMKM, agar pelaksanaan CFD tertib dan nyaman. Lokasi yang diusulkan dalam rapat koordinasi tersebut adalah halaman Stadion Krida Rembang dan halaman Gedung Haji.
“Jadi nanti pedagang tidak asal menempati kanan kiri Jalan Pemuda. Sebaiknya pedagang terpusat di lokasi yang telah disediakan,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

