
Sulang – Untuk memeriahkan Hari Wayang Dunia tahun 2025, di Pendhapa Taman Budaya Sambongan, Sambong Rejo Desa Glebeg Kecamatan Sulang, atau belakang Mapolsek Sulang, akan berlangsung beragam kegiatan menarik, antara tanggal 04-05 November 2025.
Dengan tajuk Festival Seni Sambongan, masyarakat dipersilahkan datang berbondong-bondong, karena semua rangkaian acara gratis dibuka untuk penonton masyarakat umum. (Khusus peserta ruwatan massal, biaya pendaftaran Rp 250 ribu/orang_Red).
Dalang Ki Sigid Ariyanto, selaku tuan rumah kegiatan tersebut menuturkan pada hari Selasa (04/11) mulai pukul 10.00 Wib, acara dibuka dengan Sarasehan Budaya Dan Bedhah Wacana.
“Temanya jejak wayang ukur karya Sukasman, narasumbernya pak Ismoyo dari Yogyakarta,” ujarnya.
Setelah itu, dilanjutkan pertunjukan Barongan Gembong Aji Seto dari Bulu Rembang mulai pukul 13.00 Wib, Umbul Donga dan Wilujengan Hari Wayang Dunia pukul 15.00 Wib.
“Selasa malamnya mulai pukul 19.00 Wib kita adakan ruwatan massal, dengan dhalang ruwat Ki Winardi dari Tulungagung Jawa Timur. Kemudian dilanjutkan pagelaran wayang kulit oleh Ki Faizin Panca Nugraha, sampai tengah malam,” beber Ki Sigid Ariyanto.
Kerja Mandiri
Untuk hari Rabu (05/11), acara dimulai pukul 10.00 Wib, dengan sarasehan budaya bertema Wayang dan Ekspresi Seni Rupa Saat Ini, dengan narasumber Teguh Prihadi dari Surakarta, dilanjutkan pentas wayang kulit dalang cilik Si Kembar dari Semarang.
“Ada wayang golek Ki Rizky Widodo dari Tegal dan wayang kancil Ki Supriyadi. Malam harinya pukul 19.30 Wib monolog Kebo Marcuet oleh Warsidi dari Blora dan ditutup wayang kulit oleh Jagad Jenar Ariyanto dan Ki Wangsit Winursito, dengan lakon Siswa Kahanan mulai pukul delapan malam,” imbuhnya.
Ki Sigid Ariyanto menimpali pihaknya mengadakan event ini sebagai upaya terus melestarikan seni wayang kulit yang sudah diakui oleh Unesco menjadi warisan adiluhung dunia.
“Jadi nggak hanya milik orang Jawa saja, tapi wayang sudah milik dunia. Di pojok timur wilayah Jawa Tengah, namanya Kabupaten Rembang, ternyata mengangkat derajat wayang dengan penuh serius. Ini semua kerja mandiri dan semoga Hari Wayang Dunia tahun 2026, lebih mendapatkan perhatian pemerintah,” tandas Ki Sigid.
Selama dua hari Festival Seni Sambongan tersebut, para pelukis juga ikut terlibat langsung menggelar pameran seni rupa.
Ada 20 orang perupa dari Kabupaten Rembang, Kudus, Pati, Jepara, Solo, Tuban dan Jakarta ikut ambil bagian.
“Yayasan Cakraningkrat bekerja sama dengan Yayasan Kesenian Nusantara mengadakan pameran seni rupa bertema “Spirit Wayang dan Ekspresi Seni,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

