
Kragan – Sampai dengan Rabu siang (24 September 2025), jumlah siswa SMP N 1 Kragan yang menjalani perawatan di Puskesmas Kragan I totalnya sebanyak 173 anak. Mereka diduga mengalami keracunan makan bergizi gratis (MBG).
Kepala Puskesmas Kragan 1, Ahmad Fuadi membeberkan dari jumlah tersebut, pasien rawat jalan 160, sedangkan yang harus rawat inap ada 13. Mereka diantaranya adalah :
- Nia Ramadhani (Desa Karanganyar Kecamatan Kragan).
- Cika Noviana (Desa Kragan)
- Eka Idayakulmustavida (Desa Kragan)
- Naili Alviatul Karima (Desa Karanganyar)
- Karina Dewi (Desa Karangharjo)
- Media Ilya Mawada (Desa Kebloran)
- Fakira Sarwa Nabila (Desa Karangharjo)
- Aurilia Naesa Ramadhani (Desa Tegalmulyo)
- Imatul Alya (Desa Tegalmulyo)
- Auliya Putri Safana (Desa Kebloran)
- Cika Karina M (Desa Karangharjo)
- Safiratul Navia (Desa Karangharjo)
- Sana (Desa Karangharjo)
“Mayoritas pasien diperbolehkan pulang, karena kondisinya sudah membaik. Khusus yang rawat inap, dinilai masih butuh penanganan medis. Mungkin besok atau lusa boleh pulang,” ujar Fuadi.
Mereka sebelumnya dibawa ke Puskesmas Kragan 1, pada Rabu pagi (24/09) karena mengalami perut mual, pusing dan diare. Bahkan ada yang berulang kali keluar masuk toilet.
“Banyak siswa yang izin pulang pagi, ada yang izin ke toilet. Kami para siswa kemudian dibawa ke Puskesmas,” kata salah satu siswi, Eka Idayakulmustavida.
Ketua Komisi IV DPRD Rembang, Muhammad Rofii yang berkunjung ke Puskesmas Kragan 1 mendorong ada evaluasi menyeluruh.
“MBG di Kabupaten Rembang ini kan belum semua dapat ya, tapi sudah ada kejadian dugaan keracunan. Maka harus dievaluasi,” tandasnya.
Rofii menimpali seharusnya MBG dikonsumsi untuk sarapan pada pagi hari. Namun di SMP N 1 Kragan ini menu MBG untuk makan siang.
“Tujuannya biar untuk sarapan, maka pagi harus mengkonsumsi MBG. Yang di sini dimakan jam setengah satu siang. Kami akan panggil SPPG dan pihak-pihak terkait,” imbuh Rofii.
Mie Ayam
Ketika siswa ramai-ramai ke Puskesmas, waktu itu menu MBG belum dikirim ke sekolah, dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Sosial Dan Pendidikan Islam Hidayahtul Ikhwan Desa Tanjungan Kecamatan Kragan.
Sedangkan menu hari Selasa (23 September 2025) yang diduga menjadi pemicu siswa keracunan, berupa mie, ayam kuah, tahu rebus, tumis sawi dan buah melon yang dipotong-potong.
Namun dugaan tersebut masih diselidiki Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, sebagaimana penjelasan Ketua Satuan Tugas MBG Kabupaten Rembang yang juga Wakil Bupati, Moch. Hanies Cholil Barro’, saat berada di SMP N 1 Kragan.
“Tim dari Dinas Kesehatan masih mengumpulkan data-data di lapangan. Kami juga akan konfirmasi ke SPPG Tanjungan. Kalau buah potong sebenarnya tidak direkomendasikan juga,” kata Moch. Hanies.
Sementara itu, Kepala SMP N 1 Kragan, Dahlan Slamet menjelaskan sejak MBG diterima tanggal 19 Agustus 2025 lalu, tiap datang ke sekolahnya sering tidak tepat waktu.
“Kadang jam 11, kadang jam 12 dan pernah jam setengah 1. Dampaknya akan mengganggu pembelajaran kami,” ujarnya.
Soal menu mie ayam hari Selasa kemarin yang diduga memicu keracunan, Dahlan menimpali bukan pesanan dari sekolah. Tapi pihaknya sebatas menerima saja.
“Kita berharap kedepan dari sisi koordinasi dan pengiriman akan lebih baik lagi,” pungkas Dahlan. (Musyafa Musa).

