
Rembang – Semangat dan kerja keras dari sosok pria berusia 27 tahun ini, layak menjadi inspirasi.
Namanya Abdul Majid Amanatullah, warga Desa Baturno Kecamatan Sarang. Meski berasal dari pelosok pedesaan dan masa kecil hingga remajanya berada di pondok pesantren, namun dengan bekal keyakinan diri, ia mampu lulus dari pendidikan taruna Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip), semacam Akpol-nya pemasyarakatan.
Kala itu saat seleksi ada sekira 26 ribu pendaftar, dengan kuota yang diterima hanya 300 an orang.
Abdul Majid mengisahkan selepas SD, ia mondok di Ponpes Al-Amin Desa Karangmangu Kecamatan Sarang Kabupaten Rembang, sambil melanjutkan pendidikan formal.
Setelah itu, sekolah SMA N 3 Rembang dan mondok di Ponpes Raudlotut Tholibin Kasingan Rembang.
Usai mencari berbagai peluang, tiba peruntungannya jatuh ke Poltekip, Politeknik Ilmu Pemasyarakatan Depok Jawa Barat.
Ia mengaku bersyukur, akhirnya lulus Poltekip tahun 2022. Kebetulan penempatan pertama, bertugas di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Rembang, kampung halamannya sendiri.
“Bersyukur, saat penempatan pertama, langsung ke daerah sendiri mas,” ujarnya.
Lapas Tuban
Majid mengajak anak-anak muda jangan kendor semangat dalam menggapai cita-cita.
“Kalau minat pengin masuk Poltekip, belajar baca-baca digiatkan. Lalu persiapan fisiknya juga dimatangkan,” imbuh Majid.
Majid menempati posisi sebagai Pelaksana Harian Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Rembang.
“Tantangan sebagai kepala satuan pengamanan adalah bagaimana situasi tetap aman dan tidak ada friksi antar warga binaan,”ungkapnya.
Selama dua tahun bertugas di Rutan Rembang, Majid per tanggal 26 September 2025 ini akan promosi menjadi Kepala Sub Perawatan Tahanan Dan Anak Didik Pemasyarakatan Lapas Tuban Jawa Timur.
“Tidak nglajo dari Sarang mas, tapi tinggal di Tuban,” tandas Majid tersenyum.
Ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga binaan dan rekan-rekan kerjanya di Rutan Rembang, selama ini telah mendapatkan dukungan.
“Mohon maaf dalam melaksanakan tugas, apabila masih banyak kekurangan, saya mohon do’a restu akan pindah ke tempat yang baru,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

