Kenapa Posisi Korban Tidak Banyak Bergeser, Ternyata Ini Alasannya (Pemancing Ikan Meninggal Dunia)
Proses pencarian dan evakuasi jenazah korban, Senin (22 September 2025).
Proses pencarian dan evakuasi jenazah korban, Senin (22 September 2025).

Sluke – Pemancing ikan, Nur Rahmat Ramadan (21 tahun) warga Desa Soditan Kecamatan Lasem akhirnya ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, Senin (22 September 2025) sekira pukul 10.18 Wib.

Lokasinya tidak jauh dari titik ia memancing, antara Pulau Putri Desa Leran Kecamatan Sluke, dengan dermaga pelabuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Desa Leran Kecamatan Sluke.

Nur Rahmat sebelumnya dilaporkan hilang tenggelam saat memancing ikan di area tersebut, Minggu sore (21/09), dengan posisi berdiri di laut, pada ketinggian air kira-kira sedada orang dewasa. Korban terseret arus, sempat akan ditolong oleh rekannya, namun gagal.

Muhammad Sohibul Anwar, warga Desa Leran Kecamatan Sluke mengungkapkan saat kejadian, ombak relatif cukup tenang.

“Setahu saya nggak ada arus (waktu kejadian),” ujarnya.

Meski tidak ada arus sekalipun, ia tetap mengimbau para pemancing ikan lebih hati-hati. Kalau bisa, tetap berada di tepian atau jangan masuk ke dalam laut, karena perubahan arus sulit diprediksi.

Apalagi kondisi dasar laut banyak batu karang, dengan kedalaman berbeda-beda.

“Ada yang landai, ada yang dalam sampai 3 Meter. Pokoknya di hati-hati lah, takutnya kesandung batu karang, terus jatuh ke titik yang dalam. Kalau pusaran arus bawah sich nggak ada ya. Semua tergantung pasang surutnya air,” imbuh Anwar.

Anwar menambahkan proses pencarian korban melibatkan aparat, Tim SAR dan masyarakat. Setelah diselami, korban ditemukan dekat dengan titik korban memancing.

Hal itu karena posisi kakinya tersangkut dengan batu karang, sehingga tidak terlalu banyak bergeser.

“Lokasinya deket dengan korban mancing mas, ya pas titik dia mancing itu,” bebernya.

Pelampung

Kepala Desa Leran Kecamatan Sluke, Imron Rosidi membenarkan pantai utara kampungnya menjadi favorit memancing, karena banyak ikan. Apalagi kalau Malam Minggu dan hari libur, suasana ramai.

Tidak hanya dari Kabupaten Rembang, tetapi juga datang dari Blora, Pati, bahkan Jatirogo Tuban.

“Di situ kan ada bebatuan jeti PLTU mas, jadi banyak ikan. Yang saya tahu, hampir 20 tahun, baru kali ini ada pemancing meninggal dunia tenggelam di situ,” kata Imron.

Untuk keselamatan bersama, kedepan pihak desa berencana menyiapkan pelampung, bagi para pemancing ikan.

“Yang penting hati-hati, syukur pakai pelampung. Rencana kami dari desa ingin menyiapkan pelampung. Mau mancing, tinggal pakai, tanpa membayar. Setelah itu, dikembalikan lagi ke tempatnya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Sluke, AKP Marjito menyampaikan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter Puskesmas, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Meninggalnya korban disimpulkan karena tenggelam,” tandas Kapolsek. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.