
Rembang – Kapolres Rembang, AKBP Dhanang Bagus Anggoro menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menemukan indikasi pembunuhan terhadap korban meninggal dunia Jihan Ratika Dewi, yang jenazahnya ditemukan terapung di laut sebelah timur Pelabuhan Tasikagung.
“Belum, untuk indikasi korban pembunuhan, sesuai hasil penyelidikan awal, belum kita temukan,” ujar Kapolres saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (12 Agustus 2025).
Sejumlah kalangan sempat menduga korban mengalami depresi akibat efek baby blues, setelah melahirkan anak pertama.
Hal itu terlihat dari rekaman kamera CCTV di jalur Pantura, depan gedung DPRD Rembang, tampak korban berjalan kaki sendirian, seperti orang bingung. Bahkan tidak begitu menghiraukan lalu lalang kendaraan yang ramai melintas.
“Apa mungkin karena baby blues,” tanya sebuah akun.
Pertanyaan soal baby blues ini terlontar dari banyak akun di media sosial. Baby blues adalah gangguan kesehatan mental yang dialami banyak wanita pasca melahirkan.
Ciri-cirinya mudah tersinggung, sering menangis, sering cemas berlebihan, sulit tidur meski sangat lelah, tidak nafsu makan dan sedih berlarut-larut.
Umumnya baby blues akan terjadi selama 14 hari. Kondisi ini muncul karena perubahan hormon, kelelahan, sulit beradaptasi dengan peran baru sebagai ibu dan kurang dukungan dari orang terdekat.
Solusi untuk mengatasi, disarankan melakukan kegiatan yang menyenangkan, berbagi cerita dengan orang terdekat, tidak memaksakan diri dan menyusui bayi sebagai sarana memperkuat ikatan emosional.
Khusus kemungkinan korban bunuh diri karena beban pikiran atau tidak sengaja terjatuh ke laut, pihak Polres Rembang menyampaikan masih proses penyelidikan.
Selain mengumpulkan bahan keterangan, mereka juga menunggu hasil autopsi korban dari laboratorium forensik Polda Jawa Tengah.
Jihana Ratika Dewi merupakan pegawai Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Rembang, bersuamikan Thoriq Dwi Prayuda, pegawai Kelurahan Tanjungsari Rembang. Jenazah korban dimakamkan di makam kampung halamannya, Desa Mangunlegi Kecamatan Batangan Kabupaten Pati, Senin malam (11/08). (Musyafa Musa).

