Pule Dan Kunto Bimo Menjadi Sorotan, Warga Usul Diganti Saja (Merusak Lantai Alun-Alun Rembang)
Seorang pengunjung Alun-Alun Rembang melintas di dekat pohon pule, yang akarnya menjebol lantai.
Seorang pengunjung Alun-Alun Rembang melintas di dekat pohon pule, yang akarnya menjebol lantai.

Rembang – Sejumlah jenis pohon di Alun-Alun Rembang menuai sorotan masyarakat, karena justru semakin parah merusak lantai.

Hanafi, seorang pengunjung Alun-Alun berpendapat seharusnya Pemkab Rembang lebih cermat dalam menentukan jenis tanaman, sehingga untuk jangka panjang tidak merepotkan.

“Perencanaan dimatangkan, supaya jangan sampai dampak negatifnya lebih dominan. Begitu sudah besar, malah merugikan, kan sayang jadinya,” kata Hanafi.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang, Taufik Darmawan membenarkan ada sejumlah pohon yang merusak lantai Alun-Alun, yakni pohon pule dan kunto bimo.

“Pule seperti di sisi timur itu mas, kalau kunto bimo yang buahnya pating grandhul, besar-besar,” kata Taufik, Minggu (27 Juli 2025).

Dalam perencanaan rehabilitasi Alun-Alun sejak tahun 2023, masalah itu sudah menjadi pembahasan. Namun karena anggaran rehabilitasi dialihkan untuk kebutuhan lain, sehingga sampai sekarang belum tertangani.

“Sudah pernah kita bahas bersama DPU Taru,” tandasnya.

Taufik mencontohkan pohon pule, karakternya cepat besar, rindang dan estetik. Namun akarnya menghancurkan lantai.

Pihaknya menyarankan jika kelak Alun-Alun jadi direhab, pohon tersebut tidak langsung ditebang semua dan diganti tanaman lain. Tetapi dikurangi batang-batangnya dan diisolasi perakarannya, karena akar pohon ini membutuhkan area lebih luas.

“Kalau dikasih semacam pot pembatas, cenderung merusak. Saran kita, ada pengurangan, kemudian untuk akarnya yang mengganggu diisolasi. Misal dikasih jarak sampai 3 meter kanan kirinya dan dibatasi dengan cor, biar tidak merusak lantai,” imbuh Taufik.

Sementara itu, pengunjung lain Alun-Alun, Yulianingsih menyarankan untuk yang sudah terlanjur saat ini, bisa dibiarkan sambil menunggu proyek penataan.

Namun kedepan Pemkab Rembang idealnya memilih jenis tanaman yang relatif aman.

Ia menyebut ketapang kencana lebih cocok, dari sisi keteduhan, estetika maupun keamanan lantai.

“Kan sudah ada ketapang kencana di Alun-Alun, pojok utara itu bagus lho,” ungkapnya.

Kalau kunto bimo dan pule, menurutnya lebih baik diganti saja. Apalagi kunto bimo memiliki buah cukup besar. Kalau buahnya terjatuh dan mengenai kepala pengunjung, tentu akan berbahaya.

“Mungkin kita bisa belajar dengan Alun-Alun di daerah lain. Yang deket-deket sama Rembang, Pati atau Kudus misalnya. Pilihan pohon yang tepat seperti apa, bisa untuk bahan pembanding,” pungkas Yulianingsih. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan