
Rembang – 1.000 anak yatim dan anak disabilitas se-Kabupaten Rembang mendapatkan perhatian khusus, dalam Gebyar Muharram yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Gedung Haji Rembang, hari Minggu (06 Juli 2025).
Mereka memperoleh santunan setiap anak senilai Rp 500 Ribu. Bentuknya berupa Rp 350 Ribu uang tunai, kemudian tas dan alat tulis Rp 150 Ribu.
Ketua Baznas Kabupaten Rembang, Moh. Ali Anshory menjelaskan pada penyaluran Minggu pagi di Gedung Haji untuk penerima dari 10 kecamatan.
Sedangkan 4 kecamatan lain, Kecamatan Kragan, Sarang, Sedan dan Kecamatan Sale menyusul pada hari berikutnya.
“Kragan dan Sarang digelar di Masjid Al Islah Kragan, untuk Sedan dan Kecamatan Sale di Masjid Syato Sedan. Tidak dibarengkan, karena mempertimbangkan keterbatasan tempat,” kata Ali.
Ali menyebut dipilihnya tas dan alat tulis, karena menjelang tahun ajaran baru sekolah, sehingga akan bisa langsung dimanfaatkan.
“Momentnya tepat sekali, seminggu lagi masuk sekolah, insyaallah manfaat,” imbuhnya.
Ali menimpali target penerimaan Baznas dari zakat, infaq dan sedekah pada tahun 2025 ini mencapai Rp 11,3 Miliar. Namun sampai bulan Juli, baru memperoleh sekira Rp 4 Miliar.
“Jadi separuhnya saja belum. Kalau ini tercapai, tentu kami akan semakin leluasa menyalurkan kembali kepada masyarakat. Kita lagi fokus pada program pemberdayaan warga kurang mampu,” terang Ali.
Sementara itu, Bupati Rembang, Harno mengajak kepada semua pihak, mulai aparat pemerintah, warga mampu hingga dunia usaha untuk menyalurkan zakat, infak, sedekah melalui Baznas.
“Khusus untuk jajaran Pemkab, kita akan cari cara yang pas, agar penerimaan ke Baznas ini semakin meningkat,” tandasnya.
Sebagai penutup, ulama KH. Syarofuddin Ismail Qoimas menyerukan kepada anak-anak yatim maupun anak disabilitas jangan pernah merasa berkecil hati.
Menurut Mbah Syarof, banyak tokoh berhasil meraih kesuksesan, meski dari kecil sudah ditinggal orang tuaya.
“Kanjeng Nabi, Rasullullah Nabi Muhammad SAW merupakan anak yatim, tapi beliau menjadi tokoh panutan, dimuliakan umat muslim sakndonya (sedunia),” tandasnya. (Musyafa Musa).

