
Sumber – Kertas kardus bekas yang biasanya tidak terpakai atau hanya dijual kepada pengepul barang bekas, justru di tangan anak-anak MTsN 4 Rembang (Sumber) bisa disulap menjadi wayang dengan tampilan menarik.
Kertas kardus dipotong-potong, kemudian dirangkai dan digambar, menjadi sejumlah tokoh pewayangan.
Tazkiyya Lailal Istijabia, seorang siswi MTsN 4 Rembang mengatakan satu wayang biasanya selesai dalam waktu dua hari.
“Pertama kita siapkan kertas karton, menyiapkan alat tulis, buat sketsa dan dilanjutkan menggambar. Kardus biasanya dipakai untuk bahan tangan, kepala dan kaki wayang, karena teksturnya agak keras dan kaku,” tuturnya.
Tazkiyya, siswi warga Desa Polbayem Kecamatan Sumber ini menambahkan ia bersama rekan-rekannya mendaur ulang kardus menjadi wayang, sekaligus untuk mengingatkan kembali bahwa wayang harus tetap dilestarikan.
“Supaya tidak punah, karena wayang warisan nenek moyang kita. Apalagi di zaman anak-anak main HP seperti sekarang, minimal mereka tahu tokoh-tokoh pewayangan,” kata siswi kelas 8 tersebut.
Sementara itu, Kepala MTsN 4 Rembang, Mukhoyaroh mengungkapkan sebagai sekolah adiwiyata menuju tingkat nasional, pihaknya tidak hanya mewujudkan sekolah bebas sampah plastik.
Namun juga mengkampanyekan pengolahan sampah, menjadi barang-barang yang lebih berguna.
“Kalau wayang, tentunya bisa menjadi sarana pembelajaran siswa di kelas. Daya kreatif siswa terus kita tumbuhkan, guna mendukung program adiwiyata,” tandas Mukhoyaroh. (Musyafa Musa).

