
Sluke – Musim ombak angin timuran mendatangkan ikan berlimpah di pinggir pantai utara Dusun Pendok Desa Manggar Kecamatan Sluke, tepatnya sebelah barat Pelabuhan Rembang.
Para penjaring ikan banyak berjajar di lokasi ini. Mereka memasang jaring antara 1-2 jam. Setelah itu, ditarik dan hasilnya banyak mendapatkan ikan seperti kerapu, ikan sadar maupun blanak. Besar-besar lagi.
“Posisi di pinggir pantai, kedalaman sedada orang dewasa. Posisi pantai di sini dasarnya kan bebatuan, jadi ikan-ikan menyelinap di sela-sela bebatuan,” kata pencari ikan, Sukardi, Sabtu sore (31 Mei 2025).
Seorang warga Desa Manggar, Abdul Charis mengungkapkan musim ombak timuran, relatif lebih tenang arusnya, sehingga warga bisa nyaman menjaring ikan di pinggir pantai.
“Saat ombak baratan kan gelombang besar, jadi nelayan ya nggak berani mas,” tuturnya.
Selain ikan, kawasan pinggir pantai sebelah barat pelabuhan juga kaya anggur laut atau semacam rumput laut. Kalau beruntung, penghasilan dari mencari anggur laut, dalam satu musim bisa untuk membeli sapi.
“Satu musim, bisa beli sapi. Nelayan itu kalau lagi untung, ya dapat hasil banyak. Tapi kalau nggak dapat, ya biasa,” kata Charis.
Khusus ikan sadar, ia mengingatkan harus hati-hati. Sirip jenis ikan ini tergolong menakutkan, karena begitu jari tangan tertusuk, badan akan terasa panas dingin akibat menahan sakit.
Namun kalau disayur merica, sebanding dengan rasa dan kelezatannya.
“Daging lumayan tebal dan gurih. Tapi ya itu, pas nyari ngambilnya dari jaring atau pancing, lalu ketika bersihin ikan, harus waspada betul. Jangan sampai tertusuk sirip ikan sadar, takutnya bikin orangnya malah nggak sadar. Kalau sampai kena, dipencet, kasih minyak air putih, terus jari direndam dengan air hangat. Paling 1 jam, efek sakitnya sudah mereda,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

