Dua Masalah Ini Yang Harus Diatasi, Untuk Mengurangi Dampak Banjir Di Desa Tireman Rembang
Seorang warga Desa Tireman Rembang melintasi jalan perkampungan yang terendam banjir, Kamis pagi (17 April 2025).
Seorang warga Desa Tireman Rembang melintasi jalan perkampungan yang terendam banjir, Kamis pagi (17 April 2025).

Rembang – Kawasan permukiman di Desa Tireman Rembang, Kamis pagi (17 April 2025) terendam banjir.

Hal itu terjadi setelah hujan deras sejak Rabu malam (16/04). Samsul Arifin, seorang warga Desa Tireman mengatakan kiriman air dari daerah selatan, Desa Gedangan dan sekitarnya lumayan besar.

Sedangkan sungai di Desa Tireman sudah dangkal, sehingga air meluap ke perumahan dan menggenangi jalan perkampungan.

“Sungainya dangkal, kami berharap ada normalisasi atau pengerukan, agar daerah yang langganan banjir di Desa Tireman, kedepan tidak terus-terusan seperti ini,” ungkapnya.

Selain pendangkalan sungai, di bagian hilir tepi pantai utara Desa Tireman, pohon-pohon bakau semakin berkembang, sehingga menutupi daerah aliran sungai.

Hal ini membuat aliran air tidak lancar menuju ke laut. Menurut informasi yang ia terima, pohon-pohon bakau tersebut tidak boleh ditebang, karena merupakan tanaman yang dilindungi.

“Kalau harapan kami, khusus pohon bakau yang menutupi aliran sungai, dapat ditebang, mengingat untuk keamanan dan kenyamanan penduduk yang terdampak banjir. Tujuannya, air bisa lancar mengalir, itu saja,” imbuh Samsul.

Selama banjir menggenang, masyarakat lebih memilih bertahan di rumah masing-masing. Kamis pagi, banjir berangsur-angsur surut. Warga selanjutnya melakukan bersih-bersih endapan lumpur sisa banjir.

“Semoga nggak ada banjir susulan, soalnya cuaca masih hujan Kamis pagi ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Rehabilitasi Dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Rembang, Puji Widodo menjelaskan rencana normalisasi sungai Desa Tireman sudah dikoordinasikan bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana dan instansi terkait.

“Hari Kamis ini, kami akan membahas lagi pelaksanaan normalisasi sungai tersebut,” terangnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan