Pengalaman Pertama, Damkar Rembang Lepas Cincin Burung
Cincin burung berhasil dilepaskan, setelah petugas Damkar Pemkab Rembang melakukan pertolongan, Selasa siang (25/06).
Cincin burung berhasil dilepaskan, setelah petugas Damkar Pemkab Rembang melakukan pertolongan, Selasa siang (25/06).

Rembang – Untuk pertama kali, petugas Damkar Pemkab Rembang melakukan proses pelepasan cincin di kaki burung perkutut, hari Selasa (25 Juni 2024).

Hal itu ditempuh, demi menyelamatkan kaki burung yang sudah membengkak, akibat cengkraman cincin.

Burung tersebut milik Mahmudi, warga Desa Doropayung Kecamatan Pancur. Ia datang dengan membawa burungnya ke Posko Damkar BPBD di Jalan Pemuda Rembang.

Mahmudi mengaku sebenarnya sudah berusaha melepaskan cincin itu dengan menggunakan gergaji. Namun ternyata cincin cukup tebal, membuat usahanya belum membuahkan hasil.

“Sudah saya gergaji mas, tapi nggak bisa. Cincin semacam ini fungsinya untuk penanda atau identitas,” ujarnya.

Mahmudi sempat melihat postingan di facebook bahwa petugas Damkar bisa, sehingga ia mencoba menghubungi dan disarankan datang langsung ke Posko Damkar.

“Saya inbox lewat facebook, kemudian disarankan ke sini,” kata Mahmudi.

Dipotong Dua Kali

Salah satu Komandan Regu damkar, Sarpani menjelaskan cincin di kaki burung dipotong sebanyak dua kali dengan gerinda.

“Sekali mau kita lepas, belum bisa, akhirnya harus dua kali,” terangnya.

Pihaknya juga menyiapkan nampan berisi es, untuk mengurangi rasa panas akibat gesekan gerinda. Selain itu, kaki burung dikucuri semprotan air.

“Soalnya kulit kaki burung kan tipis ya, jadi kita harus hati-hati betul. Kita kasih pelapis, jangan sampai gerinda membuat kaki burung cidera,” bebernya.

Setelah setengah jam penanganan, cincin burung akhirnya berhasil dilepaskan.

Kejadian ini baru kali pertama. Biasanya petugas Damkar melepaskan cincin atau anting yang dipakai manusia.

“Kalau yang cincin hewan, baru pertama ini, alhamdulillah lancar,” ujar Sarpani. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan