Pagar Pembatas Diusulkan, Anak Kedua Almarhumah Kebetulan Pulang Ke Rumah
Polisi menggelar olah TKP di lokasi kejadian, Kamis sore (20/06).
Polisi menggelar olah TKP di lokasi kejadian, Kamis sore (20/06).

Gunem – Meninggalnya Kusmini (65 tahun) disimpulkan murni karena kecelakaan, bukan tindak kekerasan.

Kapolsek Gunem, Iptu Yayat S menjelaskan pihaknya bersama anggota Satlantas Polres Rembang menggelar olah TKP, Kamis sore (20/06).

Hasilnya, Kusmini warga Desa Demaan Kecamatan Gunem yang ditemukan meninggal dunia di sungai, sebelah utara Waduk Panohan Desa Panohan Kecamatan Gunem, Kamis (20 Juni 2024) sekira pukul setengah 11 siang, karena diduga tidak mampu mengendalikan laju sepeda motornya, saat melintasi jalan menurun.

Korban bersama motor terjun ke dalam jurang dasar sungai, dengan ketinggian 7 – 8 Meter dan banyak batu.

“Kalau unsur tindak kekerasan nggak ada, kita simpulkan karena kecelakaan. Hal ini juga dikuatkan oleh saksi di sekitar TKP. Korban meninggal dunia di TKP, lantaran mengalami luka berat,” tuturnya.

Iptu Yayat menambahkan ahli waris korban tidak mendapatkan santunan Jasa Raharja, karena kecelakaan tunggal dan TKP berada di jalan area khusus waduk.

“Tidak dapat mas, apalagi ini masuknya bukan di jalan raya, tapi area khusus waduk. Lagipula kalau laka tunggal memang nggak dapat,” imbuh Kapolsek.

Tambahan Pagar Pembatas

Kepala Desa Panohan, Amir Fuad yang mendampingi olah TKP berharap nantinya pihak waduk bisa mengantisipasi pemasangan pagar pembatas, sehingga tidak ada kejadian serupa di kemudian hari. Apalagi hilir mudik masyarakat tergolong ramai, pada waktu pagi dan sore hari.

“Tentu kita nggak ingin ada kejadian lagi ya. Tapi bisa diantisipasi dengan memasang pagar pinggir jurang ini, saya kira akan lebih baik,” tandasnya.

Seorang penjaga Waduk Panohan, Misbach menyatakan pihaknya sudah melaporkan kejadian itu kepada satuan atas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Termasuk mengusulkan pemasangan pagar pembatas.

“Sudah saya sampaikan mas. Sebenarnya dari sisi aturan, warga nggak boleh masuk area waduk. Tapi kita juga memahami kebutuhan warga mencari pakan ternak di hutan, keluar masuknya lewat jalur waduk sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Demaan Kecamatan Gunem, Sumarsono mengatakan jenazah Almarhumah Mbah Kusmini sudah dimakamkan Kamis sore.

“Beliau ini kan punya 3 anak, semua sudah tinggal di Jakartanan sana. Kebetulan yang anak kedua pas pulang ke rumah Demaan, karena mau datang ke rumah saudara punya kerja di Pati,” terang Sumarsono. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan