Masjid Bhina Al Jannah, Lantai Paling Atas Menjadi Pembeda
Suasana di rooftop lantai paling atas. (Foto atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz melihat-lihat bagian dalam Masjid, Sabtu sore (08/06).
Suasana di rooftop lantai paling atas. (Foto atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz melihat-lihat bagian dalam Masjid, Sabtu sore (08/06).

Rembang – Masjid Bhina Al Jannah di depan rumah sakit Bhina Bhakti Husada Rembang menjadi salah satu Masjid dengan pemandangan menarik di Kota Rembang.

Yah..di bagian rooftop paling atas, terdapat ruang terbuka, taman dan tempat duduk untuk bersantai, sehingga hal itu membedakan dengan Masjid-Masjid pada umumnya.

Total ada 4 lantai. Lantai dasar difungsikan sebagai pertokoan, kemudian bangunan utama Masjid di lantai 2 dan 3, sedangkan rooftop berada di lantai 4.

Sabtu sore (08 Juni 2024), Masjid Bhina Al Jannah diresmikan. Bupati Rembang, Abdul Hafidz pun tampak kagum melihat arsitektur Masjid yang menggabungkan konsep modern dan klasik tersebut.

Ia berharap nantinya Masjid akan bermanfaat untuk menopang kegiatan ibadah dan syi’ar Islam.

“Yang lantai dasar dipakai untuk aktivitas bisnis, sedangkan yang atas untuk masjid, nggak masalah. Tapi saya titip pak, harus lebih menonjol Masjidnya, diisi pengajian, sholawatan rutinan,” tuturnya.

Pemrakarsa Masjid Bhina Al Jannah, Atna Tukiman mengungkapkan proses pembangunan memakan waktu sekira 9 bulan.

“Kalau total berapa dananya, saya nggak hafal, apalagi ini juga ada amal jariyah dari temen-temen semua,” kata Atna.

Atna yang juga pemilik usaha koperasi Bhina Raharja menimpali keberadaan Masjid di pinggir jalan Rembang – Blora itu, tidak hanya menunjang fasilitas ibadah bagi pengunjung rumah sakit Bhina Bhakti Husada.

Tapi masyarakat umum, termasuk pengguna jalan juga bisa memanfaatkan.

“Selain menunjang fasilitas kesehatan, Masjid kita serahkan kepada masyarakat. Akan ada sholat Jum’at di sini. Kalau kita dari arah selatan, ada rumah sakit dan Masjid yang megahnya seperti ini, Rembang wis koyo kota temenan,” terangnya.

Peresmian Masjid Bhina Al Jannah dibarengkan dengan tasyakuran 40 tahun KSP Bhina Raharja dan 6 tahun Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada.

Direktur Utama Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada, M. Syahirul Alim menyebut pembangunan Masjid bermula dari seringnya keluarga pasien menanyakan tempat untuk sholat.

“Hal ini kemudian direspon oleh beliau pak Atna dengan pembangunan Masjid Bhina Al Jannah,” tandasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.