Dua Warga Klopoduwur Blora Ditangkap Aparat Polres Rembang, Saat Akan Transaksi
Kapolres Rembang, AKBP Suryadi menunjukkan foto barang bukti bubuk petasan. (Foto atas) Dua tersangka penjual bubuk petasan dibawa menuju tahanan.
Kapolres Rembang, AKBP Suryadi menunjukkan foto barang bukti bubuk petasan. (Foto atas) Dua tersangka penjual bubuk petasan dibawa menuju tahanan.

Rembang – Polisi menggrebek dua orang penjual bubuk petasan, saat akan transaksi di pinggir jalan perbatasan Kabupaten Rembang dan Blora, Desa Kadiwono Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang.

Bubuk tersebut, diduga akan diracik menjadi petasan untuk disulut saat Lebaran nanti. Dua tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial NK dan LS, warga Desa Klopoduwur Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora.

Keduanya mengaku membeli bahan-bahan membuat petasan secara online seharga Rp 300 Ribu per kilo gram. Setelah itu, dijual lagi melalui facebook seharga Rp 350 Ribu per Kg.

Kebetulan ada pemesan dan meminta janjian bertemu di jalan Rembang – Blora Desa Kadiwono. Bubuk petasan 2 kilo gram dimasukkan ke dalam dua kantong plastik dan dibawa dengan tas ransel. Saat akan transaksi itulah, NK dan LS ditangkap polisi.

Kapolres Rembang, AKBP Suryadi mengatakan barang bukti bubuk petasan tidak disimpan di Polres, tapi dititipkan ke Satuan Gegana, karena mempertimbangkan faktor keselamatan.

“Pengamanan barang bukti, ada prosedur untuk bahan peledak, agar tidak salah, maka kami titipkan. Soalnya kita tidak punya tempat yang standar. Dititipkan dulu, kelak jika sudah ada vonis hukum tetap, baru akan dimusnahkan,” terang Kapolres.

Menjelang Lebaran, transaksi bubuk petasan diduga meningkat, sehingga polisi menggiatkan penyelidikan.

“Kalau warga mengetahui, mohon kiranya memberikan informasi kepada kami,” tandasnya.

Tidak Kenal Siapa Pembelinya

Kedua tersangka yang bekerja sebagai kuli bangunan ini mengaku baru kali pertama mencoba berjualan bubuk petasan. Hal itu dilakukan untuk menambah penghasilan.

“Saya bawa dari rumah di Blora. Jualnya mentahan (bubuk), tidak dalam bentuk petasan. Jualnya COD, langsung ketangkep. Nggak kenal siapa pembelinya,” ujar tersangka.

Dalam kasus ini, polisi menjerat tersangka pelaku dengan Undang-Undang Darurat. Keduanya diancam hukuman mati atau seumur hidup atau hukuman penjara maksimal 20 tahun. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan