Berapa Omset Penjualan Festival Durian Selama Dua Hari ?? Wowww Ini Angkanya
Suasana transaksi jual beli durian dalam festival Kenduren di Alun-Alun Rembang, Minggu (04/02).
Suasana transaksi jual beli durian dalam festival Kenduren di Alun-Alun Rembang, Minggu (04/02).

Rembang – Festival buah durian bertajuk “Rembang Kenduren 2024” di Alun-Alun Rembang membukukan omset penjualan hingga lebih dari setengah miliar rupiah, yakni pada angka Rp 530 Juta.

Nominal tersebut meliputi Rp 447.600.000 dari penjualan 11.190 durian dan Rp 82.400.000 untuk penjualan petai, duku, alpukat, nangka, kedondong, jamur serta berbagai komoditas lainnya.

Kepala Bidang Pengembangan Kawasan Dan Penataan Desa Dinpermades Kabupaten Rembang, Bambang Priyantoro mengatakan sebagai penyelenggara sebenarnya memathok target omset penjualan antara Rp 700 Juta sampai 1 Miliar.

“Kami belum sampai pada target maksimal,” ujarnya, Senin (05 Februari 2024).

Bambang membeberkan dua sebab, kenapa belum tercapai. Pertama, hasil panen buah durian di tingkat petani sudah menipis jumlahnya.

“Karena kami menjaga orisinalitas durian lokal Kabupaten Rembang, bukan durian pasar yang dijual bebas secara umum,” kata Bambang.

Faktor tersebut akhirnya berpengaruh pada faktor kedua, yakni durasi transaksi penjualan durian selama festival Kenduren menjadi berkurang. Awalnya disiapkan waktu 10 jam, tapi pada hari pertama, lapak-lapak atau stand durian sudah kehabisan barang dagangan.

“Begitu juga yang hari kedua, tiga jam sudah kosong,” imbuhnya.

Bambang menambahkan sejak awal pihaknya ingin menggaungkan potensi durian lokal sebagai identitas dan keunikan daerah.

Namun untuk kegiatan berikutnya, bisa saja akan ditawarkan kombinasi antara durian lokal dan durian dari luar.

“Tetep harus akur ya antara durian lokal dan durian di pasar yang umum, kedepan coba akan kita tawarkan. Mungkin ada dua kamar stand begitu, sebagai pembeda,” terang Bambang.

Lagipula tujuannya demi meningkatkan perputaran ekonomi, supaya lebih optimal.

“Nggak bisa terhindarkan tampaknya, apalagi banyak petani di Kabupaten Rembang juga membudidayakan durian varietas dari luar. Biar target kami bisa ketemu, 1 M di tangan petani. Yang kita hitung kan di dalam area festival saja, kalau dampak ikutannya di sekitar Alun-Alun pasti juga ikut terasa kemarin,” tandasnya.

Sementara itu, untuk lomba durian lokal unggulan yang turut digelar selama festival, juara I diraih dari Desa Watupecah Kecamatan Kragan, juara II Desa Trenggulunan Kecamatan Pancur dan juara III dari Desa Pinggan Kecamatan Bulu.

Sedangkan pemenang lomba olahan durian, juara I tim penggerak PKK Lasem, juara II tim penggerak PKK Sulang dan juara III tim penggerak PKK Sumber. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan