Pasukan Gorong-Gorong Bergerak, Ternyata Ke Sini Larinya Banjir Dari Jalan Rembang – Blora
Banjir di Jalan Rembang – Blora, Kamis sore. (insert) Pekerja membersihkan sampah dari dalam saluran, Jum’at pagi.
Banjir di Jalan Rembang – Blora, Kamis sore. (insert) Pekerja membersihkan sampah dari dalam saluran, Jum’at pagi.

Rembang – Jalan nasional Rembang – Blora, tepatnya di depan Rumah Sakit Bhina Bhakti Husada Rembang menjadi langganan banjir, tiap curah hujan tinggi.

Saat banjir, mayoritas pengendara sepeda motor harus memutar arah dan mencari jalan alternatif, antara Mbesi – Mondoteko – Perempatan Galonan.

Kondisi tersebut kerap menuai sorotan masyarakat, namun belum ada penanganan serius.

Hari Jum’at (19 Januari 2024), para pekerja Bidang Sanitasi Dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Rembang menggelar pembersihan saluran di sekitar lokasi langganan banjir. Pasukan gorong-gorong bahkan harus masuk ke bawah trotoar, depan Mapolres sampai gapura masuk kota.

Pegawai DPUPR Kabupaten Rembang, Isat Madiyanto mengakui saluran air kecil, tapi debit airnya terlalu besar.

“Harus dilebarkan drainasenya,” kata Isat.

Air dari depan rumah sakit mengalir ke arah utara, kemudian menuju saluran bawah jalan hingga sekitar SMP N 6 Rembang Desa Ngotet dan bermuara di sungai Desa Kabongan Kidul, sebelah timur SMP N 2 Rembang.

“Dari depan rumah sakit Bhina Bhakti Husada, mengalir ke saluran di sisi timur jalan saja. Kalau dialirkan ke arah selatan (Mbesi), daerahnya malah terlalu tinggi mas, nggak bisa,” imbuhnya.

Isat menambahkan banjir diperparah banyaknya sampah plastik menyumbat saluran, sehingga air meluber ke jalan.

“Banyak sekali, kita bersihkan tadi. Sampah nyangkut di kabel-kabel. Mohonlah kepedulian dari masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, pembersihan berlangsung insidentil, karena menyesuaikan ketersediaan anggaran. Ia mencontohkan alokasi Rp 100 Juta, hanya cukup untuk masa 3 bulan.

“Ada 9 personil pekerja, mereka itu dibayar harian. Kan nggak di Rembang saja, tapi seluruh wilayah. Kalau anggaran macet, ya nggak bisa rutin, apa adanya lah. Penginnya kita drainase bisa dibersihkan rutin,” ungkap Isat.

Soal normalisasi saluran atau penambahan sudetan air, Isat menimpali hal itu sudah dilaporkan ke Dinas Bina Marga untuk ditindaklanjuti.

“Yang paling terganggu adalah pengguna jalan. Kalau pemotor nekat, pasti beresiko. Banjir Kamis sore kemarin, banyak motor yang mogok. Semoga ada solusi terbaik,” pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Peringatan Plagiarisme

Dilarang mengutip, menyalin, atau memperbanyak isi berita maupun foto dalam bentuk apapun tanpa izin tertulis dari Redaksi. Pelanggaran terhadap hak cipta dapat dikenakan sanksi sesuai UU nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dengan ancaman pidana penjara maksimal 10 tahun dan/atau denda hingga Rp 4 miliar.