Gas Elpiji Subsidi Di Rembang, Pertamina Beberkan Kondisi Pasokan Barang
Pengisian gas ke truk tangki Pertamina di Terminal Elpiji Rembang PT Hema, Selasa (08/08).
Pengisian gas ke truk tangki Pertamina di Terminal Elpiji Rembang PT Hema, Selasa (08/08).

Rembang – Pihak Pertamina mengakui terjadi kenaikan penggunaan gas elpiji bersubsidi 3 Kg sebesar 2,7 % di wilayah Kabupaten Rembang.

Sales Branch Manager Pertamina Patra Niaga Rayon 6 Semarang, Irsan Firdaus Gasani menjelaskan penyaluran gas elpiji bersubsidi di Kabupaten Rembang rata-rata mencapai 19 ribuan tabung setiap hari.

Bahkan pada awal Agustus ini sudah ada penambahan sebanyak 7 ribuan tabung, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan masyarakat.

“Pasokan terbilang aman, kebetulan tanggal 2 Agustus kemarin juga ada penambahan 7 ribu tabung, untuk mengantisipasi. Konsumsinya meningkat, dari pertengahan hingga akhir tahun memang biasanya meningkat, “ kata Irsan, Selasa (08/08).

Hasil pantauan di Terminal Elpiji Rembang PT Heksa Energi Mitraniaga (Hema) dekat Pelabuhan Rembang Desa Sendangmulyo Kecamatan Sluke, terlihat pengiriman elpiji ke berbagai daerah masih lancar.

Supervisor Terminal Elpiji Rembang, Cakra Raktu Mahesa menjelaskan pihaknya mendistribusikan elpiji ke wilayah Pantura Jawa Tengah, Solo Raya dan sebagian Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

“Kita operasional dari jam 08 pagi sampai 10 malam, Senin sampai Sabtu. Masih lancar pak, “ terangnya.

Dalam sehari, elpiji yang disalurkan mencapai 550 Metrik Ton. Ia mengakui belakangan mengalami kenaikan hingga 650 – 700 Metrik Ton.

“Juni dan Juli kemarin masih normal, Agustus ini mengalami kenaikan. Kalau dikonversi dengan truk tangki, rata-rata 35 – 40 truk tangki per hari, “ kata Cakra.

Sementara itu, Senior Supervisor Comunications & Relations Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Martia Mulia Asri menjelaskan tidak semua daerah mengalami peningkatan penggunaan gas elpiji 3 Kg.

Pihaknya mengukur ada peningkatan atau tidak, tergantung dari serapan di tingkat pangkalan.

“Itu indikator kita, karena pangkalan jalur resmi kami titik akhir penjualan elpiji, “ ujarnya.

Martia mengimbau masyarakat untuk melapor ke nomor call center, apabila ada pangkalan yang masih menjual gas elpiji 3 Kg di atas harga eceran tertinggi (HET) Rp 15.500 per tabung.

“Itu akan kami sanksi pangkalannya kalau menjual gas elpiji subsidi di atas HET yang ditetapkan SK Gubernur, “ tandas Martia.

Selain itu, Martia juga mengajak masyarakat mampu untuk segera berganti memakai gas non subsidi, supaya gas subsidi tepat sasaran, utamanya bagi keluarga tidak mampu maupun usaha mikro. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan