
Pancur – Puskesmas Pancur resmi merilis layanan Elektronik Rekam Medis (ERM) dan Finger Spot, untuk fasilitas Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Kamis (06/07). Dua layanan tersebut dilaunching langsung oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz dan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Pati, Wahyu Giyanto.
Abdul Hafidz dalam kesempatan itu mengatakan apa yang dilakukan Puskesmas Pancur merupakan lompatan di bidang kesehatan, bahkan bisa jadi rujukan nasional. ERM merupakan transformasi layanan digital dalam bidang kesehatan yang memiliki banyak kelebihan.
“Kelebihannya satu pengamanan data, dua dengan ERM ini masyarakat tidak akan kehilangan BPJS, karena dengan digital ini dia sudah terekam dan bisa dimanfaatkan dimana-mana,” terangnya.
Setelah Puskesmas Pancur mampu menerapkan ERM dan Finger Spot BPJS, Puskesmas lainnya juga akan didorong melakukan hal yang sama. Tidak hanya fasilitas kesehatan (Faskes) milik pemerintah saja, tetapi Faskes milik swasta diharapkan bisa melengkapi fasilitas ERM dan Finger spot BPJS.
“Di Jawa Tengah Puskesmas Pancur menjadi yang pertama memberlakukan Finger Spot BPJS untuk Faskes tingkat pertama. Sedangkan ERM Puskesmas Pancur yang pertama se Kabupaten Rembang,” imbuh Hafidz.
Kepala Puskesmas Pancur Samsul Anwar menceritakan awalnya Bupati meminta semua fasilitas kesehatan dapat terus berinovasi, serta memberikan layanan yang cepat dan mudah kepada masyarakat. Ketika dirinya mengetahui ada program finger spot, ia sangat tertarik dan berupaya menerapkannya di Pancur.
“Pertama ERM kita uji coba 2 bulan, lha kok bagus. Terus kita tambah lagi yang terbaru ada finger spot, uji coba 3 minggu ternyata membuat masyarakat nyaman, antrian cepat juga, BPJS juga konek,” ungkapnya.
Kepala BPJS Pati, Wahyu Giyanto mengapresiasi Pemkab Rembang yang punya respon cepat dalam hal kesehatan. Tercatat sebanyak 97,3% warga Rembang sudah terlindungi JKN, sehingga masyarakat tidak kesulitan mengakses layanan kesehatan.
“Kemudian adalagi Puskesmas Pancur yang sudah bisa finger spot, jadi masyarakat yang sudah rekam finger spot tidak usah repot bawa kartu BPJS,” tuturnya.
Hartono, warga Desa Tuyuhan yang memeriksakan kesehatannya di Puskesmas Pancur mengaku senang dengan adanya layanan baru yang mempermudah warga dan mempercepat layanan. Apalagi jika masyarakat lupa membawa kartu BPJS tidak perlu lagi mengambil di rumah.
“Disini pelayanannya ramah, kalau ada finger itu malah lebih mempermudah kita berubah. Yang rekam medis elektronik malah lebih bagus, penanganannya malah lebih cepat,” ungkapnya. (Wahyu Adhi).

