Meski Di Desa Puncak Gunung, Penjual Durian Ini Layani Pembayaran “Tinggal Gesek”
Durian Ngroto, Kecamatan Pancur. (Foto atas) Sri Utami melayani pembayaran durian dengan mesin EDC, Senin malam (27/02).
Durian Ngroto, Kecamatan Pancur. (Foto atas) Sri Utami melayani pembayaran durian dengan mesin EDC, Senin malam (27/02).

Pancur – Meski Desa Ngroto Kecamatan Pancur berada di lokasi terpencil puncak pegunungan, namun tidak terlalu ketinggalan dengan perkembangan teknologi.

Bahkan ada penjual durian di kampung ini yang melayani pembayaran dengan menggunakan mesin electronic data capture (EDC), sehingga tinggal menggesek kartu ATM atau kartu kredit. Tak hanya melulu pembayaran tunai saja.

Sri Utami namanya. Wanita berusia 40 tahun ini menjelaskan piranti tersebut memudahkan untuk sarana transaksi secara online. Ia yang sudah cukup lama menjadi pengepul durian, kebetulan memiliki banyak pelanggan.

Karena sebagian dari mereka berasal dari perkotaan, sering ketika datang membeli durian, minta untuk pembayaran non tunai.

“Kadang ada pula yang pesan online, uangnya ditransfer, jadi saya lebih mudah mengecek. Minta berapa, terus saya kasih berapa biji. Kalau yang nggesek di sini ya banyak. Selain untuk transaksi durian, alat ini juga dipakai untuk layani warga yang mau bayar bank, belanja online, macem-macem pak, “ tuturnya.

Sri membenarkan akhir bulan Februari menuju bulan Maret ini, memasuki panen raya durian. Hasil panen dari masyarakat tergolong sangat berlimpah.

“Kalau dua bulan lalu, paling yang berbuah hanya dari pohon 3 warga, sekarang hampir merata durian milik warga Ngroto sudah panen, “ terang Sri.

Lonjakan hasil panen juga berdampak pada penurunan harga durian. Ia mencontohkan kalau sebelumnya yang tingkatan harga Rp 60 Ribu, kini menjadi Rp 40 Ribu.

“Kira-kira satu Minggunan ini. Kalau sebelumnya yang harga Rp 75 Ribu, sekarang tinggal Rp 50 Ribu. Yang pasti kalau dari saya, bergaransi. Dibuka kok jelek, kita ganti, “ imbuhnya.

Termasuk dari sisi pemasaran, ia harus memperbanyak titik lokasi berjualan, sehingga tidak hanya mengandalkan orang mau datang ke Desa Ngroto. Apalagi kalau curah hujan tinggi belakangan ini, banyak pelanggan enggan naik menuju kampungnya.

“Tahu sendiri kan jalan ke Ngroto gimana, tinggi. Tapi alhamdulilah penjualan masih lancar, ada rekan yang jualan ke Lasem, ada yang ke Sedan, kemudian Pandangan, Kragan, biar pelanggan di sana-sana lebih dekat menjangkau, “ pungkas Sri.

Ia memperkirakan masa panen raya durian masih akan terus berlanjut hingga bulan suci Ramadhan nanti atau mendekati akhir bulan Maret. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan