Tiga Nelayan Tersambar Petir Di Tengah Laut, 1 Meninggal Dunia
Petugas medis dan polisi berada di rumah korban. (Foto atas) Perahu yang dibawa korban berada di Sungai Karanggeneng, Rembang, Rabu (15/02).
Petugas medis dan polisi berada di rumah korban. (Foto atas) Perahu yang dibawa korban berada di Sungai Karanggeneng, Rembang, Rabu (15/02).

Sluke – Tiga orang nelayan tersambar petir, Rabu (15 Februari 2023) sekira pukul 04.00 pagi dini hari, saat melaut di area 15 Mil sebelah utara Sluke, Kabupaten Rembang. 1 orang meninggal dunia, 2 selamat.

Korban meninggal dunia bernama Pujiono (28 tahun), warga Kelurahan Pacar Rembang. Menurut informasi yang dikumpulkan aparat kepolisian, semula korban berangkat melaut menggunakan perahu dari Sungai Karanggeneng, Rembang, Rabu pukul 02.00 Wib.

Pujiono bersama dua orang nelayan lainnya, Rian warga Desa Turusgede Rembang dan Krisna Bayu warga Desa Lengkong Kecamatan Batangan Kabupaten Pati.

Setelah dua jam atau sekira pukul 04.00 pagi, mereka tiba di lokasi bobo rajungan. Kondisi cuaca kala itu sedang hujan disertai petir.

Sambaran petir pertama sempat mengenai bagian depan perahu, mengakibatkan aki dan penerang lampu padam. Tak berselang lama, disusul sambaran petir kedua, mengenai tiga orang nelayan ini.

Rian dan Krisna Bayu pingsan, sedangkan Pujiono meninggal dunia. Di tengah suasana masih gelap, Rian mulai tersadar. Ia berusaha membangunkan rekannya.

“Saya panggil mas, mas, tapi masih belum siuman. Saya menangis waktu itu, karena melihat dua rekan saya tergeletak, “ ungkapnya kepada polisi.

Belakangan Krisna Bayu akhirnya sadar, kemudian berusaha mengecek Pujiono. Tapi lantaran sudah tidak bernafas, kedua nelayan tersebut memutuskan untuk segera pulang.

Kasat Polair Polres Rembang, AKP Sukamto mengatakan perahu nelayan tiba di Sungai Karanggeneng sekira pukul 09.00 Wib Rabu pagi. Pihaknya menerima informasi kejadian tersebut dari warga pengepul rajungan.

Setelah itu, anggota Satpolair bersama petugas kesehatan mengecek kondisi jenazah. Hasilnya, dipastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan.

“Dari hasil keterangan saksi dan pemeriksaan tenaga medis, korban diduga kuat meninggal dunia karena tersambar petir, “ bebernya.

AKP Sukamto menambahkan potensi cuaca buruk di Laut Jawa dalam beberapa hari terakhir ini, sudah diramalkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG).

“Kami rutin menyampaikan himbauan kepada nelayan. Tapi kemungkinan tuntutan kebutuhan, sehingga nelayan tetap berangkat melaut, “ imbuh AKP Sukamto.

Usai pemeriksaan, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga, untuk dimakamkan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan