Ada 2 Faktor Yang Membuat Imigrasi Belum Membuka Pelayanan Di MPP Rembang
Seorang warga melintas di depan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Rembang.
Seorang warga melintas di depan gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Rembang.

Rembang – Belum adanya layanan gerai Imigrasi di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) sebelah utara Alun-Alun Rembang, karena terbentur sejumlah faktor.

Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Rembang, Imung Tri Wijayanti menjelaskan sebenarnya Kantor Imigrasi Pati siap bergabung ke MPP Rembang.

Tapi peralatan yang menjadi kendala utama, karena untuk pengadaan baru membutuhkan anggaran lumayan tinggi, sekira Rp 2 Miliar.

“Hal itu kami ketahui ketika studi banding di MPP Grobogan, peralatannya sekitar Rp 2 Miliar. Itupun mereka (Imigrasi) buka 2 Minggu sekali, “ kata Imung.

Selain mahalnya peralatan, kendala lain yakni keterbatasan jumlah gerai pelayanan di gedung MPP Rembang.

“Biasanya kalau ada pihak yang keluar, baru bisa ada yang masuk gitu mas, “ terangnya.

Imung menimpali kalaupun nantinya Kantor Imigrasi akan membuka pelayanan di MPP Rembang, harus dikomunikasikan lebih lanjut, siapa yang menanggung biaya peralatan.

Apabila dari Pemkab Rembang, instansinya sebagai koordinator MPP yang bertanggung jawab dalam penyediaan sarana pra sarana, harus memastikan kesiapan anggaran.

“Otomatis tentu saja tergantung anggaran di kami. TAPD (tim anggaran pemerintah daerah-Red) siap atau ndak, “ ujarnya.

Ia mengakui saat ini pihaknya menyediakan peralatan seadanya kepada pihak-pihak yang membuka gerai pelayanan. Misalnya meja kursi, komputer dan printer. Untuk peralatan yang bersifat khusus atau spesifik, belum dipenuhi.

“Contohnya dari pihak Polres Rembang menginginkan printer laser jet yang bisa untuk cetak SIM agar nggak luntur, kita masih nunggu anggaran untuk menyediakan, karena harus terencana di awal, “ tandasnya.

Di MPP Rembang, total ada 19 gerai pelayanan, 4 diantaranya belum aktif, meliputi PLN, BRI, Bank Jateng dan Kejaksaan Negeri. Jumlah gerai baru bisa ditambah, apabila dilakukan perluasan gedung. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *