Jalan Rembang – Blora Berulang Kali Amblas, Pihak Desa Sarankan Cara Ini!! Menduga Ada Sesuatu Di Bawahnya
Jalan Rembang – Blora amblas lagi. Tampak warga sekitar membantu mengatur lalu lintas.
Jalan Rembang – Blora amblas lagi. Tampak warga sekitar membantu mengatur lalu lintas.

Bulu – Jalan nasional Rembang – Blora amblas, sehingga kondisinya sangat membahayakan masyarakat yang melintas.

Ruas lokasi yang amblas berada di wilayah tengah hutan KPH Mantingan, sebelah selatan Desa Kadiwono Kecamatan Bulu Kabupaten Rembang atau berdekatan dengan perbatasan kedua kabupaten.

Lokasi tersebut sebelumnya pernah beberapa kali amblas bahkan longsor. Para pekerja sudah memperbaiki, namun kini peristiwa serupa kembali terjadi.

Kepala Desa Kadiwono Kecamatan Bulu, Ahmad Ridwan mengatakan jalan yang amblas cukup parah, karena lebih dari separuh badan jalan terus menurun, antara 30 – 40 centi meter, dengan panjang sekira 6 Meter.

“Seingat saya sudah 3 kali dibangun, tapi begini lagi. Jalan masih ambles dari hari ke hari semakin turun, terjadi pergeseran tanah, “ jelasnya, Minggu (22 Januari 2023).

Ia menimpali kalau pagi sampai sore, ada sejumlah pemuda yang membantu mengatur lalu lintas. Arus kendaraan diberlakukan sistem buka tutup, saling bergantian dari arah Rembang maupun Blora.

Tapi ketika malam hari tidak ada yang menjaga, sehingga akan sangat membahayakan bagi pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Bagi masyarakat yang baru kali pertama lewat jalur tersebut, harus lebih hati-hati.

“Sudah dikasih rambu darurat juga. Cuma yang dikhawatirkan malam hari, kecepatan tinggi, ndak tahu jalan ambles, kondisi agak gelap, rawan memicu kecelakaan lalu lintas, “ imbuhnya.

Ridwan berharap segera diatasi, karena jalur itu ramai lalu lalang kendaraan.

Seringnya jalan amblas, ia menduga di bawah jalan terdapat aliran air atau kemungkinan ada mata air. Untuk penanganan lebih lanjut, Ridwan menyarankan pekerja membuat bak kontrol di bawah jalan, kemudian airnya dialirkan menggunakan pipa.

“Kalau hanya ditimbun batu, dipadatkan, perkiraan saya kok akan seperti itu lagi. Saya yakin di dalamnya ada aliran air atau mata air. Soalnya dulu di wilayah Sadang dekat perbatasan, ada seperti itu. Setelah diterapkan pakai bak kontrol, dilengkapi pipa pembuangan, sekarang sudah nggak kejadian lagi, “ kata Ridwan.

Pihak desa belum mengetahui jadwal perbaikan jalan amblas. Namun ia menyebut kemungkinan besar pengawas jalan sudah mengetahui peristiwa itu.

Apalagi di sepanjang jalan Kadiwono sampai perbatasan Rembang dan Blora, baru saja selesai sejumlah proyek penebingan jalan. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *