Rembang Menuju Kabupaten Sehat, 4 Sektor Belum Mencapai Nilai Minimal!! Masih Harus Dikejar
Tim forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) bersama perwakilan dinas terkait, berada di Kantor Kecamatan Pamotan, Rabu (21/12). (Foto atas) Sebuah sekolah di Rembang memasang banner kawasan bebas asap rokok. Hal-hal seperti ini masuk dalam penilaian Kabupaten Sehat.
Tim forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS) bersama perwakilan dinas terkait, berada di Kantor Kecamatan Pamotan, Rabu (21/12). (Foto atas) Sebuah sekolah di Rembang memasang banner kawasan bebas asap rokok. Hal-hal seperti ini masuk dalam penilaian Kabupaten Sehat.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang terus berupaya melakukan langkah-langkah, untuk mendapatkan predikat Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Ada 9 tatanan yang harus dipenuhi.

Rini Setyowati, dari Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang membeberkan ke-9 tatanan yang menjadi sasaran penilaian tersebut meliputi :

  • Kehidupan masyarakat sehat mandiri
  • Permukiman dan rumah ibadat
  • Pasar sehat
  • Satuan pendidikan sehat
  • Pariwisata sehat
  • Transportasi dan tertib lalu lintas jalan
  • Perkantoran dan perindustrian
  • Perlindungan sosial
  • Pencegahan dan penanganan bencana

Hal itu ia sampaikan ketika berkunjung ke Kantor Kecamatan Pamotan, hari Rabu (21 Desember 2022).

Menurut Rini, Kabupaten Sehat dinilai berdasarkan kinerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

“Tapi kecamatan tetap berperan untuk melengkapi data. Tanpa ada data-data dari kecamatan, OPD tidak bisa melengkapi, “ tuturnya.

Rini menambahkan program Kabupaten/Kota Sehat yang digelar Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dalam Negeri ini, terbagi dalam 3 predikat. Mulai dari tingkat terendah Swasti Saba Padapa, kemudian di atasnya Swasti Saba Wiwierda dan level tertinggi Swasti Saba Wistara.

Selama ini Kabupaten Rembang belum pernah mendapatkan dan harapannya dalam penilaian tahun 2023, bisa mengantongi predikat Swasti Saba Padapa.

“Ada nilai minimal. Untuk Padapa, nilai minimal 71 atau lebih, kemudian 81 atau lebih menerima Wiwierda, kalau sudah mencapai 91 atau lebih Swasti Saba Wistara. Kita tidak muluk-muluk, penginnya Padapa kita raih dulu. Mohon do’a dan dukungannya, “ tandas Rini.

Pihak Dinas Kesehatan sudah melakukan evaluasi. Dari 9 tatanan penilaian, masih ada 4 yang belum mencapai batas nilai minimal, yakni permukiman dan rumah ibadat, pasar sehat, pariwisata, serta perkantoran dan perindustrian.

“Yang 4 tatanan, kita masih terus berupaya mengejar. Sedangkan 5 tatanan yang sudah memenuhi nilai capaian, kita lakukan verifikasi kembali, supaya validasinya lebih terukur. Apalagi harus dibuktikan dengan data dan dokumentasi pendukung, “ terangnya.

Menurutnya, di tingkat kabupaten sudah terbentuk tim pembina, tim teknis dan tim forum Kabupaten/Kota Sehat (KKS). Di tingkat desa telah terbentuk Forum Kesehatan Desa Rumah Desa Sehat (FKD RDS).

Kedatangannya ke kecamatan kali ini, untuk mendorong terbentuknya Forum Kecamatan Sehat (FKS), sehingga dengan jaringan berjenjang akan semakin memperkuat kolaborasi, menuju tercapainya tatanan Kabupaten Sehat.

“Nanti di tingkat kecamatan, FKS ini kami harapkan ada dukungan sekretariat. Banyak yang bertanya, anggarannya dari mana. Untuk sementara masih bisa dibantu dari Puskesmas setempat. Kan ada kegiatan lintas sektor sebulan sekali, bisa dimanfaatkan dulu sambil jalan, untuk menghidupkan FKS. Kami tentu tidak ingin membebani kecamatan, tapi perlu dukungan, termasuk dalam pengumpulan dokumennya, “ pungkas Rini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *