Ngopi Gedhen Di Rumah BUMN, Mencuat HAKI Kopi Lelet Untuk Rembang
Peserta tampak serius dalam lomba nglelet di halaman Rumah BUMN Rembang, Kamis sore (25/08).
Peserta tampak serius dalam lomba nglelet di halaman Rumah BUMN Rembang, Kamis sore (25/08).

Rembang – Para pelaku usaha kopi di Kabupaten Rembang mendorong supaya kopi lelet mendapatkan hak atas kekayaan intelektual (HAKI), karena sudah lama menjadi ciri khas dan budaya masyarakat Rembang. Kopi lelet sendiri kerap dipakai untuk nglelet atau membatik batang rokok.

Seorang pelaku usaha kopi, Vera Damayanti menyampaikan hal itu, saat dirinya menjadi Ketua Panitia Festival Ngopi Gedhen di halaman Rumah BUMN, depan Taman Rekreasi Pantai Kartini Rembang.

Kegiatan tersebut berlangsung dua hari, Kamis – Jum’at (25 – 26 Agustus 2022), untuk memeriahkan ulang tahun ke-2 Rumah BUMN.

Vera Damayanti mengungkapkan jangan sampai Kopi Lelet nantinya diklaim oleh daerah lain, padahal budaya nglelet sudah lama menjadi tradisi di Kabupaten Rembang.

“HAKI nya belum didapatkan Kabupaten Rembang, kan nglelet sendiri sudah jadi semacam kebanggaan warga Rembang, bukan daerah lain. Semoga dinas terkait merespon, “ kata Vera.

Dalam acara Ngopi Gedhen, pengunjung bisa menikmati minum kopi gratis.

Kamis sore, diadakan lomba nglelet batang rokok dengan jumlah peserta 30 orang, dua diantaranya merupakan penyandang disabilitas.

“Dalam sehari kita buka pendaftaran, jumlah peserta banyak sekali, sampai kita nolak-nolak peserta, karena dibatasi maksimal 30 orang. Antusias banget, soalnya ini event nglelet pertama, setelah pandemi, “ imbuhnya.

Peserta diberi waktu 1,5 jam untuk nglelet tiga batang rokok, dengan tema yang sudah ditentukan oleh pihak panitia.

“Saat minum kopi yang bagian paling bawah, endapannya itu atau ampas kopinya dipakai nglelet. Tema pertama bebas, tema kedua ulang tahun Rumah BUMN kedua dan tema ketiga tentang UMKM kokoh, “ terang Vera.

Kamis malam, dilanjutkan dengan dialog antara pelaku usaha kopi dengan Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro’.

Ia menilai usaha kopi di Kabupaten Rembang semakin menggeliat. Terbukti, semakin banyak pelaku usaha yang fokus menekuni jual beli kopi.

“Muda-mudahan ada event sejenis kedepan, untuk merangsang generasi muda cinta kopi, “ bebernya.

Usai lomba nglelet, pemenang pertama diraih Yudi Handoko, kemudian Risky Novianto juara II dan Fran Dhito Afrisza sebagai juara III.

Selain lomba nglelet, diramaikan pula dengan fashion show, bazaar UMKM pesta diskon, pentas musik dan stand up comedy.

“Kan PT Semen Gresik sebagai pendiri Rumah BUMN mempunyai UMKM mitra binaan, topik besarnya UMKM kokoh. Dalam kesempatan ini digandeng, untuk menjual produk mereka, “ pungkas warga yang tinggal di Jalan “Cinta” Rembang ini. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *