Move On Dari Rasa Minder, Taklukkan 5 Kilo Meter!! “Bagi Kami Maknanya Dalem Banget..”
Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Rembang mengikuti karnaval, Minggu (21/08).
Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Rembang mengikuti karnaval, Minggu (21/08).

Rembang – Kelompok yang satu ini tergolong luar biasa. Meski menyandang disabilitas, namun mereka mampu membuktikan sanggup ikut karnaval dengan jarak tempuh sekira 5 kilo meter.

Dengan kekuatan 22 personil, hal itu dilakukan oleh Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Rembang, saat momentum karnaval memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-77 di Rembang, hari Minggu (21/08). PPDI kebetulan beriringan dengan peserta dari Sekolah Luar Biasa (SLB) Rembang.

Wakil Ketua PPDI Kabupaten Rembang, Saras Ningrum termasuk salah satu tokoh yang menjadi insiator, agar penyandang disabilitas mau tampil. Walaupun ia sendiri mengalami kelainan fisik di salah satu kakinya, tapi tak menyurutkan semangat untuk jalan kaki sejauh itu, menaklukkan route karnaval dari Jl. HOS. Cokroaminoto hingga Gedung Haji Rembang.

Saras Ningrum mengatakan tujuan utama ikut karnaval adalah membangkitkan rasa percaya diri para penyandang disabilitas, supaya bisa menyingkirkan rasa minder (tidak percaya diri-Red).

“Saya ingin menularkan ke temen-temen bahwa kalau bisa move on dari segala rasa minder, rasa tidak percaya diri itu, nikmat sekali. Hidup tanpa beban, karena hidup harus bahagia, “ ungkapnya, Senin (22/08).

Wanita warga Desa Sendangmulyo Kecamatan Bulu – Rembang tersebut menganggap selama ini banyak penyandang disabilitas terbelenggu oleh rasa minder dan kurang percaya diri, sehingga justru menghambat kreativitas.

“Jadi kita itu terbelenggu oleh rasa kita sendiri. Padahal kalau bisa lepas, kita akan lebih leluasa atau bahkan menampilkan karya-karya yang bermanfaat, “ imbuh Saras penuh semangat.

Selain untuk memompa semangat rekan-rekannya, ia juga ingin mengenalkan keberadaan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kabupaten Rembang, kepada masyarakat luas.

“Ingin saya perlihatkan, saya kenalkan PPDI menjadi wadah disabilitas di Kabupaten Rembang, “ terangnya.

Menurutnya, untuk mengajak penyandang disabilitas ikut karnaval, bukan sesuatu yang mudah. Butuh waktu dan upaya lebih, guna meyakinkan mereka.

“Saya katakan, bagaimana kita bisa inklusi dari lingkungan non disabilitas, manakala kita tidak inklusi duluan, nimbrung dan bersama-sama mereka. Meski kita tampil seadanya kemarin, tapi bagi kami maknanya itu dalem banget. Ini karnaval kedua yang kami ikuti, “ beber perempuan berusia 41 tahun ini.

Saat ikut karnaval, penyandang disabilitas menampilkan tokoh Punokawan dan pantomim.

“Ini sebagai simbol kami masih belum berani mengeksplore sisi-sisi keunikan dari dalam diri kami. Semoga kedepan kami mendapatkan ruang atau kesempatan lebih banyak lagi, “ kata Saras.

Usai karnaval, Saras mengaku mendapatkan pesan WhatsApp (WA) dari seorang penyandang disabilitas yang tertarik untuk bergabung dalam PPDI.

“Kebetulan ia nonton kami, terus kirim WA. Ia seneng sekali ternyata ada temannya. Nah, ini yang kita harapkan, penyandang disabilitas jangan di rumah saja, merasa sendiri. Keluarlah dari zona minder, jangan sembunyi, “ pungkasnya. (Musyafa Musa).

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *